Amuntai (Antaranews Kalsel) - Balai Arkeologi Banjarbaru Kalimantan Selatan Wilayah kerja Regional Kalimantan membenarkan adanya penemuan sisa bangunan tua peninggalan abad 18 di Desa Keramat Kabupaten Hulu Sungai Utara yang sempat diduga merupakan sisa bangunan candi.

Warga masyarakat sekitar sempat menduga sisa bangunan tua ada hubungannya dengan Candi Agung, demikian pula peneliti dari Balai Arkeolog sempat menyebut kemungkinannya karena di Kabupaten Hulu Sungai Utara memiliki situs Candi Agung.

Tenaga peneliti madya dari Balai Arkeologi Banjarbaru, Nugroho Nur Susanto di Banjarbaru, Minggu mengatakan, hasil sementara penela'aha ahli arkeologi sisa bangunan berupa batu bata bukan mengarah ke candi.

"Kesimpulan jenis bangunan apa yang pernah berdiri dilokasi tersebut belum diketahui, dari volume batu bata yang ditemukan diketahui masih tergolong muda dan pecahan keramik cina yang ditemukan berasal dari abad ke-18 atau 19," ujar Nugroho.

Nugroho mengatakan, sisa bangunan kemungkinan hanya berasal dari sisa pemukiman lama dari akrivitas perdagangan karena letak lokasi penemuan sisa bangunan tua ini tidak jauh dari Sungai Nagara.

Keyakinan arkeolog bahwa sisa bangunan bukan bagian dari Candi Agung atau pun anak candi karena batu bata yang ditemukan di Desa Keramat Kecamatan Amuntai Selatan tesebut diperkirakan berasal dari abad ke 18 sedangkan Candi Agung Amuntai dibangun abad ke 13.

"Untuk hasil penelitian yang komprehensif perlu waktu cukup guna memastikan bangunan apa dari sisa puing batu bata yang ditemukan,  hubungannya dengan  Candi Agung juga belum diketahui," jelasnya.

Pihak Balai Arkeologi Banjarbaru membenarkan mendapat informasi tentang penemuan sisa bangunan kono dari warga Desa Keramat yang datang membawa sampel batu bata yang ditemukan dilahan pertanian miliknya.

Untuk memastikan bahwa penemuan sisa bangunan kono itu benar adanya, pihak Balai Arkeologi Banjarbaru mengirimkan tim peneliti ke Kabupaten Hulu Sungai Utara pada 28 Nopember 2018.

"Akhir tahun kemaren merupakan program penanggulangan kasus penggalian arkeologi atau benda bersejarah, salah satunya kita arahkan ke Kota Amuntai karena adanya laporan penemuan lokasi bekas bangunan tua yang didukung penemuan pecahan keramik dan sebagainya," pungkasnya.

Kepala bidang Destinasi Pariwisata dan Kemitrakan Dispopar Kabupaten HSU, H.Subeli mengatakan,  melihat karakteristik penemuan candi-candi di Pulau Jawa biasanya bangunan candi tidak berdiri sendiri, melainkan terdiri atas beberapa candi lainnya.

Ia berharap para arkeolog bisa meneliti kemungkinan adanya bekas atau situs bangunan candi lainnya di Wilayah Kabupaten HSU yang menjadi bagian Candi Agung yang lebih dulu ditemukan.

"Bahkan dilokasi ditemukannya puing batu bata dan pecahan keramik tersebut juga terdapat kawasan pemakaman yang salah satu makamnya berbentuk sangat panjang, Biasanya makam panjang diperuntukan bagi kalangam bangsawan atau tokoh agama," kata Subeli.
 

Pewarta: Eddy Abdillah

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019