Kandangan, (Antaranews Kalsel) - Kepala Biro Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Kalimantan Selatan (Kalsel) Nurul Aulia Badar didampingi Koordinator Liputan  Ulul Maskuriah dan redaktur  Imam Hanafi menyampaikan apresiasi atas atas keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) dalam menekan kematian ibu dan bayi.

Koordinator Liputan Antara Ulul Maskuriah, di Kandangan, Kamis (24/1) mengatakan, banyak program inovatif di Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang berdampak luas, bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, ada beberapa program inovatif dan strategis  Pemkab HSS yang layak untuk mendapatkan penghargaan. Beberapa program pembangunan yang diajukan, masuk dalam 13 kriteria yang ditetapkan oleh tim penilai.

"Dari beberapa usulan dan masukan yang disampaikan kontributor kami di HSS serta masukan dari rekan lainnya, kami akhirnya memilih kategori keberhasilan Pemkab HSS dalam menekan angka kematian ibu dan bayi, karena ini merupakan program berkelanjutan dan konsisten dilaksanakan Pemkab HSS," katanya.

Baca juga: LKBN Antara pererat kerja sama dengan Pemkab HSS

Dijelaskan dia, dipilihnya kategori keberhasilan tersebut juga tidak terlepas dari kepemimpinan Bupati HSS H Achmad Fikry dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, sehingga menekan kematian ibu dan bayi di HSS tak ubahnya seperti menyelematkan generasi emas di masa mendatang.

Bupati HSS H Achmad Fikry mengatakan, menekan kematian ibu dan bayi di HSS sebelumnya juga telah mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Pusat di tahun 2016, sebagai salah satu inovasi yang digagas Dinas Kesehatan Kabupaten HSS dengan nama inovasi "Si Midun ke Faskes".

Inovasi ini adalah Strategi Kemitraan Dukun Kampung dan Bidan Merujuk Ibu Bersalin ke Fasilitas Kesehatan (Faskes), inovasi simpatik yang bertujuan mereposisi peran dukun kampung dalam proses persalinan aktif.

"Tujuan inovasi menurunkan angka kematian ibu dan anak dalam rangka meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten HSS, dan untuk itu kita telah melengkapi Faskes berupa Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) hingga ke pelosok-pelosok," katanya.

Baca juga: Komitmen turunkan kematian ibu dan bayi, Bupati HSS raih Antara Award

Dijelaskan dia, upaya ini bukan berarti peran dukun kampung menjadi tidak ada, namun lebih diberdayakan melalui pelatihan dan tetap diberikan honor bagi dukun kampung yang membantu persalinan di Faskes senilai Rp200 ribu.

Pihaknya, juga menyekolahkan putra putri yang berada di wilayah HSS dibidang pendidikan kesehatan, agar nantinya mereka bisa ditempatkan sesuai asal sehingga memberdayakan masyarakat setempat dan di sisi lain mendekatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019