Barabai, (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) akan mulai menertibkan pedagang yang biasa berjualan di pinggir jalan raya depan Pasar Keramat Barabai pada hari Kamis tanggal 25 Oktober ini.

"Sebanyak 432 pedagang yang sudah terdata harus menempati pasar Agrobisnis Modern yang telah selesai dibangun dan yang tidak terdata akan ditertibkan serta jalan-jalan di depan pasar Keramat itu juga sudah harus bersih," Kata Kepala Dinas Perdagangan HST H M Yuserani saat sosialisasi di Pasar Agrobisnis Modern Barabai, Senin (22/10).

Menurutnya sesuai jadwal, tanggal 22-23 Oktober merupakan sosialisasi dan pemberitahuan kembali kepada para pedagang dan tanggal 24-25 itu mulai penertiban dan penempatan pedagang sayur dan buah serta pedagang KTNA serta los buah.

Berikutnya pada tanggal 29-30 mulai penempatan pedagang grosir sayur, buah dan ikan, komiditi lain dan warung. Pada tanggal 31 Oktober yaitu pemindahan pedagang pancarakinan.

Menurutnya kebanyakan pedagang-pedagang baru yang tidak terdata itu mereka sudah memiliki lapak di dalam pasar Keramat dan karena ada pembangunan pasar mereka ikut-ikutan keluar berjualan karena lebih ramai dan tidak parkir.

Menurutnya tahun 2019 ini memang ada usulan di APBN untuk melengkapi infrastruktur pembangunan di pasar agrobisnis yang dari perencanaan konsultan sekitar Rp3 milliar untuk halaman, pintu gerbang dan lain-lain.

"Tapi proposal ke APBN itu belum pasti tergantung Pemerintah Pusat yang  ACC dan dari APBD yaitu pembangunan Mushalla di samping pasar Agrobisnis," katanya.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda HST H Pandiansyah menyampaikan bahwa dalam penataan pasar itu perlu pengawasan yang lebih intensif agar pedagang sudah dipindahkan nantinya tidak balik lagi ke jalan.

Terpisah, Sekda HST H A Tamzil berharap agar para pedagang dapat memaklumi penataan pasar yang dilakukan pemerintah agar lebih baik dan yang namanya agrobisnis disana yang menjadi prioritas utama adalah hasil-hasil pertanian, perkebunan dan perikanan.

"Bagi pedagang baru yang tidak terdata kami harap juga bersabar dan akan kami carikan solusinya ke depan," kata mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan tersebut.

Baca juga: Peringatan Hari Santri di HST dikenalkan istilah JAS HIJAU
Baca juga: Akhir Oktober, pedagang harus pindah ke pasar Agrobisnis Barabai
Baca juga: Pemuda dari Samhurang ditangkap saat berada di warung

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018