Barabai, (Antaranews Kalsel) - Petani Hulu Sungai Tengah yang tergabung dalam Gabungan kelompok tani (Gapoktan) Bina Bersama desa Panggung Kecamatan Haruyan, sukses menanam padi jenis Mikongga, dan Imvari33 yang kini mulai dipanen.

Saat panen raya bersama Plt Bupati Hulu Sungai Tengah H Ahmad Chairansyah di Desa Panggung, Selasa (20/3) Kepala Dinas Pertanian HST Zainuddin menyampaikan kedua jenis varietas padi tersebut mempunyai kelebihan dan keuntungan bagi petani.

Yaitu memiliki resistensi yang cukup baik terhadap serangan hama dan penyakit seperti serangan wereng batang coklat dan penyakit bakteri daun, sehingga para petani tidak lagi dipusingkan degan serangan hama dan penyakit tersebut. 

Dari luas kurang lebih 300 hektar lahan pertanian Gapoktan Bina Bersama tersebut menurutnya sekitar 95 hektar ditanami Mikongga dan Imvari33 dan menyebar pada kelompok tani Cempaga sekitar 37 hektar,  Tunas Mekar 29 hektar dan kelompok tani  Kemuning 29 ketar.

Saat itu Plt Bupati HSt H A Chairansyah juga ikut panen dan mengoperasikan kemudi mesin combine harvester atau mobil pemanen padi.

Untuk meningkatkan produksi padi, petani harus berpikir maju dan meninggalkan pola lama yang bisa menghambat peningkatan hasil pertanian.

Oleh karena itu menurut Chairansyah, panen padi jenis varietas Mikongga dan Imvari33 yang hari ini dilaksanakan merupakan salah satu upaya yang dilakukan sebagai peluang bagi peningkatan pendapatan usaha kelompok tani.

"Kami juga merasa bangga terhadap petani yang berhasil memajukan sektor pertanian dengan mengolah sawah dan ladang yang merupakan sebuah kontribusi nyata di daerah kita untuk terus meningkatkan produksi maupun produktivitas padi di HST," katanya.

Menurutnya sektor pertanian merupakan sektor andalan, jadi petani harus berpikir maju dan menerapkan teknologi baru bidang pertanian, maupun dengan menambah luas lahan dan jumlah tanamannya.

"Para petani harus kompak dalam wadah Gapoktan dan terapkan potensi yang ada di desa sesuai dengan kajian yang yang telah diberikan," harapnya.

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2018