Paringin, (Antaranews Kalsel) - Siring luar proyek Bendung Pitap yang  longsor langsung mendapatkan penanganan oleh PT Brantas Abipraya - PT Ashfri (KSO).

Pelaksana Utama PT Brantas Abipraya - PT Ashfri (KSO) Joko Riyanto didampingi Staff Operasi, Medio, mengatakan, meskipun siring luar bendungan tersebut tidak berpengaruh terhadap bendungan, namun penanganan cepat harus segera dilakukan agar tidak merembet ke siring lainnya.

Menurut dia, meskipun pihaknya selaku pelaksana  proyek lanjutan Jaringan Derah Irigasi Pitap, namun tetap saja penanganan siring yang longsor tersebut harus dilakukan, agar tidak mengganggu pekerjaan lainnya.

"Siring itu memang bukan pekerjaan kami, sebelumnya siring itu merupakan pekerjaan milik kontraktor terdahulu," katanya.

Meskipun begitu, karena pihaknya  berada dilokasi dan sedang mengerjakan Jaringan D.I Pitap, perusahaan memiliki tanggungjawab untuk melaporkan serta meninjau keadaan siring.

"Sehingga untuk penanganan kami lakukan segera agar tanah tidak terus tergerus air serta dinding siring lainnya tidak ikut ambruk," terangnya, Jumat (1/12).

Ia menambahkan, demi mengurangi pengikisan tanah bawah air, pihaknya segera melakukan pemasangan senpik/sandvik, selanjutnya pihaknya juga mengajukan perencanaan renovasi siring dan mengkonsultasikannya ke pihak konsultan, pungkasnya.

Siring luar proyek Bendung Pitap yang didanai melalui  APBN, Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II, sebelumnya longsor  dengan kepanjangan sekitar 20 meter.

Diduga, ambruknya siring di Desa Nungka, Kecamatan Awayan tersebut, karena pondasi yang tipis dan retak.

Pewarta: Roly Supriadi

Editor : Roly Supriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017