PT. Pertamina menggelar operasi pasar elpiji di Banjarmasin atas permintaan pemerintah kota setempat guna mengurangi keresahan warga akibat kelangkaan elpiji selama sebulan trakhir.


Ketua Satgas konversi minyak tanah ke gas elpiji Kota Banjarmasin, Bambang Budiyanto mengatakan di Banjarmasin, Jumat, akibat kelangkaan elpiji, harga melambung hingga Rp25 ribu per tabung 3 kg, padahal harga eceran tertinggi (HET) cuma Rp15.500,00 per tabung.

Walau harganya mahal tetapi tetap saja elpiji sulit diperoleh masyarakat, sementara harga minyak tanah sudah melambung mencapai belasan ribu rupiah per liter.

OP pasar tersebut dilakukan sembilan agen elpiji yang dipercayai Pertamina untuk mensuplai bahan bakar itu ke pangkalan-pangkalan elpiji di 52 kelurahan.

"Kita terus pantau OP elpiji tersebut, dan bila ada yang menjual di atas harga HET Rp15.500,00 per tabung 3 kg, Pemkot akan memberikan sanksi," kata Bambang Budiyanto yang juga Asisten II Bidang Ekonomi Pemkot Banjarmasin tersebut.

Sementara elpiji tabung 12 kg harganyaRp95 ribu per tabung dan belum perlu operasi pasar.

Bambang mnegaskan, bila ada pangkalan yang terbukti menjual elpiji melehi HET maka sanksinya adalah pencabutan hubungan usaha (PHU) dan pangkalan tak boleh lagi menjual elpiji.

Dengan adanya OP tersebut diharapkan pasaran elpiji kembali normal dan masyarakat mudah memperoleh gas dengan harga normal sesuai HET Rp15.500, per tabung, tambahnya. /D/D
 

Pewarta:

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2012