Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel), terus berupaya memperkuat sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penunjang ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah melalui pelatihan budidaya perikanan dan pembuatan pakan alami bagi para pembudidaya ikan, agar mampu lebih mandiri serta mengurangi biaya produksi usaha. Pelatihan dilaksanakan di Balai Benih Ikan Kandangan, Desa Pahampangan, Kecamatan Padang Batung, Senin.

Kegiatan Pembinaan Kelompok Budidaya Perikanan dan Pelatihan Pembuatan Pakan Alami bagi Pembudidaya Ikan se-Kabupaten HSS dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda HSS Teddy Soetedjo, yang hadir mewakili Bupati HSS.

Selain pelatihan, kegiatan juga dirangkai Gerakan Tanam Cabai Serentak sebagai bagian dari langkah pengendalian inflasi daerah. Para peserta turut mengikuti panen benih ikan nila dan melihat langsung budidaya maggot, yang dikembangkan sebagai alternatif pakan alami yang ekonomis dan ramah lingkungan.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten HSS Hj. Lutfiana,  menjelaskan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kemampuan, sekaligus memperkuat kelembagaan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan).

Menurutnya, keberadaan Pokdakan sangat penting dalam mendukung perkembangan sektor perikanan daerah. Melalui kelompok yang aktif, para pembudidaya dapat saling berbagi pengalaman, meningkatkan keterampilan, dan memperkuat hasil usaha bersama.

Baca juga: Pemkab HSS-Alishter kerjasama latih gunakan pestisida terbatas bagi petani

Ia juga menilai tingginya harga pakan pabrikan masih menjadi tantangan utama dalam usaha budidaya ikan. Karena itu, pelatihan pembuatan pakan alami diharapkan dapat menjadi solusi dengan memanfaatkan bahan lokal yang lebih mudah didapat dan berbiaya lebih rendah.

“Kegiatan ini diikuti 80 peserta yang berasal dari 69 kelompok pembudidaya ikan di berbagai wilayah Kabupaten HSS, serta didampingi enam orang penyuluh perikanan. Kami berharap peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik, dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam usaha budidaya mereka,” ujarnya.

Dalam sambutan Bupati HSS yang dibacakan Teddy Soetedjo, disampaikan bahwa sektor perikanan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut dia, tantangan budidaya ikan saat ini semakin besar, terutama akibat tingginya biaya produksi dan ketergantungan terhadap pakan pabrikan.

Oleh sebab itu, penguatan pokdakan dan pemanfaatan pakan alami dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan usaha budidaya yang lebih mandiri, efisien, dan berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini diharapkan para pembudidaya mampu memahami dan menerapkan keterampilan membuat pakan alami secara mandiri, sehingga dapat menekan biaya operasional usaha,” ucapnya.

Baca juga: Normalisasi Sungai Amandit dongkrak produktifitas pangan

Pemerintah Kabupaten HSS juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan HSS atas pelaksanaan kegiatan tersebut, serta berharap pendampingan terhadap para pembudidaya ikan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, pemerintah daerah turut menyerahkan bantuan sarana budidaya perikanan kepada sejumlah kelompok pembudidaya ikan.

Bantuan dari APBD Kabupaten HSS melalui Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan berupa 12 unit keramba ikan gurame senilai Rp153.201.000,- diberikan kepada Pokdakan Tunas Bangsa Desa Badaun, Kecamatan Daha Barat.

Sementara itu, bantuan dari APBD Provinsi Kalsel melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel disalurkan kepada Pokdakan Semangat Tarati Desa Balanti, Pokdakan Balanti Berkah Desa Balanti, Pokdakan Semangat Bioflok Desa Balanti, dan Pokdakan Lentera Desa Bangkau.

Adapun bantuan dari provisi yang diberikan meliputi 40 unit keramba, 24.000 ekor benih ikan gabus, serta bantuan pakan ikan guna mendukung pengembangan usaha budidaya masyarakat.

Acara ini turut dihadiri Ketua TP PKK HSS Hj. Mustaidah Syafrudin Noor, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel Rusdi Hartono, unsur Tim Pakar Kabupaten HSS, Ketua MUI Kecamatan Padang Batung, para penyuluh perikanan, serta peserta dari berbagai kelompok pembudidaya ikan.

Pewarta: Fathurrahman

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026