Provinsi Kalimantan Selatan dipastikan segera memiliki Komando Daerah Militer (Kodam) sendiri yang diberi nama Kodam Lambung Mangkurat.
Hal ini ditandai dengan pemancangan tiang pertama (groundbreaking) di atas lahan seluas 10 hektar yang berlokasi di kawasan Perkantoran Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Rabu.
Pemancangan diresmikan langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, didampingi Pangdam XII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin, Gubernur Kalsel Muhidin, serta jajaran Bupati/Walikota dan unsur Forkopimda se-Kalimantan Selatan.
Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menerangkan, selain sebagai penguatan sistem pertahanan di wilayah Kalimantan Selatan. kehadiran Makodam ini diharapkan membawa dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kalau dari aspek pertahanan, keberadaan TNI di Wilayah Pemprov Kalsel memang sangat urgen, dimana kita ketahui bersama ini adalah suatu wilayah yang kaya sumber daya alamnya, ini yang perlu kita jaga keberlangsungannya dan manfaatnya.” Kata Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa.
Baca juga: Kalsel segera miliki Kodam Lambung Mangkurat
Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, menyambut antusias kehadiran Makodam baru ini. Ia menilai kehadiran markas militer di pusat perkantoran provinsi akan memperkuat koordinasi antarinstansi.
"Harapannya mudah-mudahan Kalimantan Selatan lebih merasa bersatu masyarakat dengan TNI. Di sini perkantoran sudah lengkap, jadi bukan saja Forkopimda yang sudah ada, ditambah lagi dengan Kodam, kita semakin lengkap di sini," kata Muhidin.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kalsel, Muhammad Yasin Toyib, mengungkapkan pembangunan Makodam tersebut menelan anggaran sekitar Rp280 miliar dengan skema pembiayaan kolaboratif antara pemerintah pusat dan daerah.
"Total anggaran pembangunan Makodam ini mencapai Rp280 miliar. Skemanya kolaboratif: Rp140 miliar dari Kementerian Pertahanan, dan Rp140 miliar sisanya merupakan kontribusi dari Pemprov Kalsel bersama pemerintah kabupaten/kota," jelas Yasin.
Desain pembangunan Makodam Lambung Mangkurat mengusung konsep modern yang dipadukan dengan kearifan lokal khas Kalimantan Selatan.
Pembangunan proyek strategis ini ditargetkan selesai pada tahun 2027 mendatang, dengan melibatkan pengusaha lokal sebagai pelaksana pembangunan yang dimaksudkan untuk mendorong perputaran ekonomi daerah, terutama di sektor konstruksi dan penyerapan tenaga kerja.
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026