Manajemen Layanan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan, menyampaikan bahwa berkurangnya jumlah kapal akibat "docking" tidak berpengaruh terhadap layanan penumpang.
GM PT ASDP Cabang Batulicin Ardian di Wakili Kepala Departement Head Bisnis dan Pelayanan Cabang Batulicin, Andri Papalia di Tanah Bumbu Kamis mengatakan, jumlah kapal yang di Kelola oleh PT ASDP Batulicin ada delapan unit, kini satu unit yakni KMP Gutila sedang "docking" atau dilakukan perawatan dan perbaikan di Galangan Koja Bahari Banjarmasin.
"KMP Gutila masuk galangan sejak 28 April, dalam penanganan di galangan kapal membutuhkan waktu kurang lebih sekitar 15 hari dan diperkirakan akan rampung pada pertengahan Mei," tutur Andri.
Baca juga: ASDP Batulicin tambah jadwal pelayaran layani pemudik tujuan Sulawesi
Ia menjelaskan, perbaikan KMP Gutila bukan karena ada kerusakan pada mesin atau bagian lain yang dianggap fatal, hanya saja bulan ini sudah memasuki jadwal perawatan berkala, sehingga kapal itu harus dikirim pada galangan kapal untuk dilakukan pengecekan dan perawatan rutin.
Perawatan berkala tersebut merupakan upaya PT ASDP dalam memberikan pelayanan yang terbaik terhadap calon pengguna jasa, jangan sampai calon penumpang kapal banyak yang mengeluh akibat trobel pada kapal saat dioperasikan.
Andri meyakinkan, berkurangnya satu unit kapal yang beroperasi di wilayah tersebut tidak mempengaruhi terhadap layaanan penumpang kapal tujuan Pelabuhan Batulicin-Tanjung Serdang Kotabaru dan sebaliknya.
Rata-rata jumlah penumpang kapal di Palabuhan Batulicin dan Tanjung Serdang kendaraan roda empat mencapai 705 unit, kendaraan roda dua mencapai 959 unit dan penumpang orang mencapai 902 orang/hari
"Kondisi tersebut dapat dilayani dengan tujuh kapal yaitu KMP Teluk Cindrawasi, KMP Kerapu III, KMP Kerapu, KMP Lemuru, KPM Jmebatan Musi II, KMP Mahakam Raya, dan KMP Truno Joyo. Masing-masing kapal berlayar membawa penumpang sebanyak 12 trip/hari," tutup Andri Papalia.
Editor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026