Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kalsel, Farah Adibah, S.IP, M.Si, menyoroti masih minimnya jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok prioritas.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor guna memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan, yang digelar Tim Penggerak PKK Provinsi Kalsel di Banjarmasin, Rabu.
Farah mengatakan kelompok prioritas dimaksud yaitu mencakup ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD, yang dikenal dengan istilah MBG 3B. Padahal, pemenuhan gizi pada fase ini dianggap sangat krusial untuk mencegah terjadinya stunting sejak dini.
Pada rapat tersebut, Farah meminta dukungan penuh dari para kader PKK untuk menggerakkan SPPG di daerah.
"Kami mohon dukungan TP PKK agar dapat membantu mendorong SPPG yang belum melayani MBG 3B, termasuk di Kabupaten Tanah Laut dan Barito Kuala, agar segera melaksanakan layanan tersebut,” tegas Farah Adibah.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Kalimantan Selatan tercatat masih berada di angka 22,9 persen atau di atas rata-rata nasional.
Meskipun Farah mengakui adanya penurunan signifikan pada dana operasional transfer bantuan, ia memberikan kabar baik mengenai adanya sokongan dana baru.
“Insya Allah akan ada dukungan anggaran dari Badan Gizi Nasional. Ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam percepatan pencegahan stunting di daerah,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua TP PKK Provinsi Kalsel, Hj. Fathul Jannah Muhidin, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor adalah kunci utama. Menurutnya, seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) harus bergerak beriringan agar program dapat menjangkau masyarakat luas.
Ia menambahkan bahwa TP PKK berkomitmen mendukung perbaikan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat melalui program-program yang telah disiapkan.
“Kami berharap agar seluruh pihak dapat segera berkoordinasi untuk turun langsung ke lapangan dalam program pencanangan penurunan stunting, termasuk meninjau dapur MBG,” tutup Hj. Fathul Jannah.
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026