Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), mencatat hingga saat ini jumlah warga setempat terdampak banjir mencapai lebih dari 122 ribu jiwa.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar Wasis Nugraha di Martapura, Kabupaten Banjar, Selasa, mengatakan berdasarkan data terbaru banjir telah meluas hingga sembilan kecamatan.
“Banjir berdampak pada 121 desa dan kelurahan dengan total 43.469 kepala keluarga (KK) atau sekitar 122.353 jiwa,” katanya.
Baca juga: Mensos: Pemkab Banjar masak 16.000 porsi per hari untuk korban banjir
Baca juga: BPBD Banjar catat 67.344 jiwa terdampak banjir
Untuk memastikan kebutuhan dasar warga terdampak banjir terpenuhi, Pemkab Banjar mengoptimalkan distribusi bantuan melalui dapur umum resmi yang dikelola bersama Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan dan Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar.
“Saat ini dapur umum telah beroperasi di Kecamatan Sungai Tabuk dan Martapura Barat,” ujarnya.
Pemkab Banjar juga merencanakan penambahan dapur umum di Kantor Dinas Sosial P3AP2KB Kabupaten Banjar yang akan melayani Kecamatan Martapura dan sekitarnya.
Distribusi bantuan dilakukan melalui dua skema utama, yakni penyaluran makanan siap saji ke lokasi-lokasi pengungsian serta bantuan logistik dari BPBD berupa paket sembako yang meliputi beras, gula, minyak goreng, dan ikan kaleng.
“Bantuan disalurkan secara rutin melalui kolaborasi Bupati Banjar Saidi Mansyur, jajaran satuan organisasi perangkat daerah, relawan, serta berbagai elemen masyarakat,” katanya.
Baca juga: Menteri Sosial pastikan rumah rusak akibat banjir dapat bantuan
Sekda Banjar Yudi Andrea mengajak seluruh pihak untuk terus bersinergi dalam penanggulangan bencana banjir.
“Kami berharap dukungan aktif dari media, instansi terkait, organisasi kemasyarakatan, serta tokoh masyarakat untuk terus bergotong royong membantu penanganan banjir di Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Pemkab Banjar berkomitmen melakukan pembaruan data secara berkala, mempercepat distribusi bantuan, serta memastikan warga terdampak mendapatkan perlindungan dan pelayanan maksimal selama masa tanggap darurat.
“SK tanggap darurat yang sudah diterbitkan menjadi pegangan kita agar lebih fleksibel bergerak dalam penanganan bencana, karena seluruh upaya didukung oleh status tanggap darurat,” katanya.
Baca juga: Pemkab Banjar gelar layanan kesehatan di tiga desa rawan banjir
Dengan status tanggap darurat, ia memastikan aspek pendanaan, kekuatan unsur, hingga pemberdayaan sumber daya dapat terpenuhi.
Dia juga menekankan pentingnya gotong royong seluruh elemen masyarakat dalam penanganan bencana.
Ia menyoroti percepatan dan ketepatan distribusi logistik sebagai salah satu fokus utama.
Ia meminta bantuan tidak menumpuk di gudang dan segera disalurkan, terutama ke desa-desa yang terisolasi.
“Kepada para camat, saya minta untuk memetakan wilayah terdampak. Jika akses darat terputus, segera koordinasikan penggunaan perahu karet atau transportasi air,” katanya.
Baca juga: Pemkab Banjar terapkan PJJ akibat banjir rendam ratusan sekolah
Ia juga menargetkan warga di daerah terpencil menerima bantuan sembako maksimal dalam waktu 24 jam.
“Pastikan masyarakat di wilayah terpencil mendapatkan haknya. Distribusi bantuan harus benar-benar cepat dan tepat,” demikian Yudi.
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2026