Dinas Kesehatan Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, menuntaskan dua tahap pemeriksaan kesehatan (medical check up/MCU) calon jemaah haji sebagai dasar penilaian kemampuan fisik sebelum keberangkatan ke Arab Saudi pada musim haji 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Tapin Noor Ifansyah mengatakan, MCU menjadi instrumen penting untuk memetakan risiko kesehatan jemaah sejak dini, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih terarah di tingkat layanan dasar.

“MCU tahap pertama dilaksanakan pada 28 Oktober hingga 3 November 2025 dengan jumlah 113 jemaah, sedangkan tahap kedua pada 2–11 Desember 2025 yang diikuti 137 jemaah,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Sabtu.

Baca juga: 130 warga Tapin masuk daftar calon haji berangkat 2026 usai daftar 14 tahun

Seluruh pemeriksaan dilakukan di RSUD Datu Sanggul Rantau, ucap Ifansyah, Hasil pemeriksaan kemudian diserahkan ke puskesmas untuk tindak lanjut apabila ditemukan kondisi tertentu yang memerlukan pemantauan atau terapi lanjutan.

Ifansyah menyebutkan, ada enam puskesmas yang menangani tindak lanjut kesehatan calon haji, yakni Puskesmas Tapin Utara, Binuang, Banua Padang, Baringin, Lokpaikat, dan Tambarangan.

“Data hasil pemeriksaan dan tindak lanjut diinput melalui puskesmas ke dalam Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohaj), sehingga status kesehatan jemaah dapat dipantau secara berkelanjutan,” katanya.

Ifansyah mengungkapkan, setelah dua tahap MCU rampung, Dinkes Tapin kini menunggu finalisasi data keberangkatan dari Kementerian Agama sebagai dasar masuk ke tahap pembinaan kesehatan lanjutan bagi calon jemaah haji 2026.

Baca juga: Pemkab Tapin perkuat akurasi data laporan kinerja 2025

Pewarta: Muhammad Rastaferian Pasya

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025