Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memperkuat kesiapsiagaan banjir di lingkungan sekolah dasar yang berada di kawasan rawan terdampak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tapin Syahradi mengatakan, sosialisasi mitigasi banjir akan dilakukan pada enam sekolah di sejumlah kecamatan yang ada Tapin.
Baca juga: Tapin prioritaskan kesiapsiagaan hadapi ancaman bencana 2025
“Sekolah harus memiliki titik evakuasi dan memastikan perlengkapan elektronik serta dokumen penting berada di tempat yang aman saat banjir,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Rabu.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada sekolah yang terendam banjir namun potensi bencana tetap memerlukan langkah antisipasi sejak dini.
Selain sosialisasi, kata dia, BPBD juga menyampaikan tata cara evakuasi dan langkah penting penyelamatan diri bagi siswa maupun tenaga pendidik ketika bencana terjadi.
Baca juga: Dinsos Tapin salurkan bantuan untuk korban puting beliung Mekar Sari
"Sosialisasi akan dilanjutkan ke kawasan lain yang kerap terdampak banjir, seperti Candi Laras Selatan dan Candi Laras Utara," kata Syahradi.
Menurut Syahradi, BPBD kini tengah menyusun rencana kontijensi banjir didampingi Direktorat Kesiapsiagaan BNPB.
"Upaya itu dirangkai dengan rekonstruksi mitigasi dan simulasi evakuasi untuk meningkatkan respons saat bencana," ucapnya.
Baca juga: BPBD Tapin catat 17 bencana, karhutla masih mendominasi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Tapin Syahradi mengatakan, sosialisasi mitigasi banjir akan dilakukan pada enam sekolah di sejumlah kecamatan yang ada Tapin.
Baca juga: Tapin prioritaskan kesiapsiagaan hadapi ancaman bencana 2025
“Sekolah harus memiliki titik evakuasi dan memastikan perlengkapan elektronik serta dokumen penting berada di tempat yang aman saat banjir,” ujarnya di Rantau, Kabupaten Tapin, Rabu.
Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada sekolah yang terendam banjir namun potensi bencana tetap memerlukan langkah antisipasi sejak dini.
Selain sosialisasi, kata dia, BPBD juga menyampaikan tata cara evakuasi dan langkah penting penyelamatan diri bagi siswa maupun tenaga pendidik ketika bencana terjadi.
Baca juga: Dinsos Tapin salurkan bantuan untuk korban puting beliung Mekar Sari
"Sosialisasi akan dilanjutkan ke kawasan lain yang kerap terdampak banjir, seperti Candi Laras Selatan dan Candi Laras Utara," kata Syahradi.
Menurut Syahradi, BPBD kini tengah menyusun rencana kontijensi banjir didampingi Direktorat Kesiapsiagaan BNPB.
"Upaya itu dirangkai dengan rekonstruksi mitigasi dan simulasi evakuasi untuk meningkatkan respons saat bencana," ucapnya.
Baca juga: BPBD Tapin catat 17 bencana, karhutla masih mendominasi
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025