Balangan, (Antaranews Kalsel) - Perkembangan kawasan pergudangan terintegrasi, atau Regional Integrated and Support Area (RISA) milik PT Adaro Persada Mandiri (APM) yang beropersasi sejak Juni 2015 lalu, dan merupakan anak perusahaan dari PT Adaro Energy, hampir selesai.

Kawasan yang dibangun seluas 150 hektare lebih di luar PKP2B di Desa Lasung Batu, Kecamatan Paringin, berjarak kurang lebih lima kilometer dari pusat Kota Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, dan telah memenuhi infrastruktur pendukung, seperti drainase, penerangan jalan, dan penghijauan.

Kepala Kawasan RISA, Benidictus Aryudi Oktavian, saat menerima kunjungan wartawan antara menjelaskan, sebagai kawasan pergudangan, RISA tentu saja harus memberikan pelayanan yang memiliki standar dengan tetap mengacu kepada pengelolaan lingkungan hidup.

"Khusus drainase  sudah 100 persen tertata, dengan dua sistem drainase, dimana drainase untuk air yang berasal dari luar kawasan RISA, melalui pengolahan tersendiri sesuai dengan rekomendasi Badan Lingkungan Hidup setempat, ketika dinyatakan aman, baru kemudian akan dilepas ke sungai," katanya.

Kemudian drainase aliran air di kawasan RISA sendiri akan masuk ke kolam kawasan yang kemudian akan diolah lagi dengan sistem Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA).

Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) adalah sistem atau sarana yang berfungsi untuk mengolah air dari kualitaas air baku (influent) terkontaminasi untuk mendapatkan perawatan kualitas air yang diinginkan sesuai standar mutu atau siap untuk di konsumsi. 

Water Treatment Plant (WTP) atau Instalasi Pengolahan Air (IPA) merupakan sarana yang penting di seluruh dunia yang akan menghasilkan air bersih dan sehat untuk di konsumsi.

Biasanya bangunan atau konstruksi ini terdiri dari lima proses, yaitu koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi.

Selanjutnya,  dialirkan ke masing-masing areal yang ditempati perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut.

Instalasi listrik, saat ini telah dirampungkannya pemasangan tiang-tiang listrik oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dimana diperkirakan pada November - Desember nanti semua jaringan listrik telah terpasang ke masing-masing areal yang digunakan oleh para investor yang beroperasi di RISA.

"Sementara kebutuhan listrik masih menggunakan genset, sehingga apabila aliran listrik negara yang dalam waktu dekat akan dirampungkan dan mulai beroperasi, tentu akan menghemat pengeluaran.

Saat ini kebutuhan listrik areal RISA sebesar 1,1 Megawatt, dan jika semua lahan telah beroperasi, kemungkinan kebutuhan listrik akan mencapai 3 Megawatt lebih," jelasnya.

Selain kebutuhan tersebut, kini telah dilakukan survey potensi pasar dan proses pengajuan sambungan jaringan telekomunikasi, meliputi voice, data, intertainment dan lain-lain oleh perusahaan telekomunikasi, sehingga segala kemudahan akses telekomunikasi dan internet dapat terpenuhi dengan baik dan lancar pula dalam waktu dekat.

Dikatakan, investasi RISA di Balangan, menunjukkan indikator positif bagi daerah ini sebagai daerah tujuan investasi yang kondusif bagi investor, sedangkan bagi SDM Balangan, RISA dimasa akan datang akan ditempati oleh banyak perusahaan level nasional, yang dapat mengakomodir para pelajar yang ingin magang.

Menurut Beni, diantaranya perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut yaitu PT Sapta Indra Sejati (SIS), PT United Tractor (UT), PT Hexindo Adiperkasa, PT Trakindo Utama, PT Verdanco Engineering, PT Hidup Baru serta PT Yerry Primatama.

Pewarta: Roly Supriadi

Editor : Roly Supriadi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017