Dinas Pertanian Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Tapin dalam kondisi aman dan mencukupi sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pertanian Tapin Muhammad Triasmoro mengatakan, penyaluran pupuk subsidi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hal ini membuat Tapin tidak termasuk daerah yang terdampak kelangkaan pupuk seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lain.
Baca juga: Tapin cetak sawah baru, lirik petani milenial
“Ketersediaan pupuk subsidi di Kabupaten Tapin saat ini aman dan sesuai kebutuhan petani berdasarkan alokasi yang sudah ditetapkan. Penyaluran juga berjalan lancar melalui sistem e-RDKK,” ujar Triasmoro di Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis.
Ia menjelaskan, pengawasan distribusi pupuk dilakukan secara ketat melalui berbagai mekanisme digital, mulai dari verifikasi data kelompok tani, pemantauan lapangan oleh penyuluh pertanian, hingga penebusan melalui aplikasi i-Pubers yang mewajibkan KTP petani terdaftar di e-RDKK.
“Selain itu, setiap transaksi diverifikasi melalui e-Verval oleh admin kecamatan untuk memastikan pupuk benar-benar diterima petani yang berhak,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Tapin, kata dia, total alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 mencapai 4.499,8 ton Urea dan 4.900 ton NPK. Hingga Oktober 2025, serapan pupuk tercatat 1.859,1 ton Urea (41 persen) dan 2.718,3 ton NPK (55 persen).
Ia menyebutkan, dari 12 kecamatan di Tapin, tingkat serapan tertinggi untuk pupuk Urea tercatat di Kecamatan Hatungun sebesar 80 persen, disusul Tapin Tengah (62 persen) dan Binuang (46 persen).
Sementara itu, serapan NPK tertinggi dicatatkan oleh Tapin Tengah (79 persen), kemudian Hatungun (67 persen) dan Candi Laras Utara (61 persen).
"Adapun kecamatan dengan serapan terendah untuk kedua jenis pupuk adalah Tapin Utara, masing-masing hanya 8 persen untuk Urea dan 9 persen untuk NPK," katanya.
Meski stok pupuk kimia mencukupi, ucap Triasmoro, Dinas Pertanian Tapin tetap mendorong petani beralih ke pemupukan berimbang dan pemanfaatan pupuk organik sebagai langkah menjaga kesuburan tanah sekaligus efisiensi penggunaan pupuk.
“Pupuk organik menjadi alternatif penting agar tanah tetap subur dan produktivitas berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Tapin surplus beras, stok pangan dinilai aman
Triasmoro menyebutkan sistem distribusi yang tertata dan stok yang terjamin berdampak terhadap produktivitas pertanian di Tapin stabil bahkan menunjukkan peningkatan di beberapa komoditas utama seperti padi dan jagung.
"Berdasarkan data Dinas Pertanian, produktivitas padi sawah pada 2024 mencapai sekitar 5,7 ton per hektare, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya menambahkan.
Sementara itu, kata dia, produktivitas jagung juga naik hingga 6,2 ton per hektare.
Triasmoro mengungkapkan, Dinas Pertanian Tapin terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan guna memastikan alokasi dan distribusi pupuk dilakukan tepat waktu serta sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.
“Koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi rutin kami lakukan agar tidak ada keterlambatan distribusi pupuk di Tapin,” ungkapnya.
Baca juga: Tapin salurkan 12 ribu bibit cabai pada 12 kecamatan kendalikan inflasi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025
Kepala Dinas Pertanian Tapin Muhammad Triasmoro mengatakan, penyaluran pupuk subsidi berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hal ini membuat Tapin tidak termasuk daerah yang terdampak kelangkaan pupuk seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lain.
Baca juga: Tapin cetak sawah baru, lirik petani milenial
“Ketersediaan pupuk subsidi di Kabupaten Tapin saat ini aman dan sesuai kebutuhan petani berdasarkan alokasi yang sudah ditetapkan. Penyaluran juga berjalan lancar melalui sistem e-RDKK,” ujar Triasmoro di Rantau, Kabupaten Tapin, Kamis.
Ia menjelaskan, pengawasan distribusi pupuk dilakukan secara ketat melalui berbagai mekanisme digital, mulai dari verifikasi data kelompok tani, pemantauan lapangan oleh penyuluh pertanian, hingga penebusan melalui aplikasi i-Pubers yang mewajibkan KTP petani terdaftar di e-RDKK.
“Selain itu, setiap transaksi diverifikasi melalui e-Verval oleh admin kecamatan untuk memastikan pupuk benar-benar diterima petani yang berhak,” tambahnya.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Tapin, kata dia, total alokasi pupuk bersubsidi tahun 2025 mencapai 4.499,8 ton Urea dan 4.900 ton NPK. Hingga Oktober 2025, serapan pupuk tercatat 1.859,1 ton Urea (41 persen) dan 2.718,3 ton NPK (55 persen).
Ia menyebutkan, dari 12 kecamatan di Tapin, tingkat serapan tertinggi untuk pupuk Urea tercatat di Kecamatan Hatungun sebesar 80 persen, disusul Tapin Tengah (62 persen) dan Binuang (46 persen).
Sementara itu, serapan NPK tertinggi dicatatkan oleh Tapin Tengah (79 persen), kemudian Hatungun (67 persen) dan Candi Laras Utara (61 persen).
"Adapun kecamatan dengan serapan terendah untuk kedua jenis pupuk adalah Tapin Utara, masing-masing hanya 8 persen untuk Urea dan 9 persen untuk NPK," katanya.
Meski stok pupuk kimia mencukupi, ucap Triasmoro, Dinas Pertanian Tapin tetap mendorong petani beralih ke pemupukan berimbang dan pemanfaatan pupuk organik sebagai langkah menjaga kesuburan tanah sekaligus efisiensi penggunaan pupuk.
“Pupuk organik menjadi alternatif penting agar tanah tetap subur dan produktivitas berkelanjutan,” katanya.
Baca juga: Tapin surplus beras, stok pangan dinilai aman
Triasmoro menyebutkan sistem distribusi yang tertata dan stok yang terjamin berdampak terhadap produktivitas pertanian di Tapin stabil bahkan menunjukkan peningkatan di beberapa komoditas utama seperti padi dan jagung.
"Berdasarkan data Dinas Pertanian, produktivitas padi sawah pada 2024 mencapai sekitar 5,7 ton per hektare, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya," ujarnya menambahkan.
Sementara itu, kata dia, produktivitas jagung juga naik hingga 6,2 ton per hektare.
Triasmoro mengungkapkan, Dinas Pertanian Tapin terus berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan guna memastikan alokasi dan distribusi pupuk dilakukan tepat waktu serta sesuai dengan kebutuhan petani di lapangan.
“Koordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi rutin kami lakukan agar tidak ada keterlambatan distribusi pupuk di Tapin,” ungkapnya.
Baca juga: Tapin salurkan 12 ribu bibit cabai pada 12 kecamatan kendalikan inflasi
Editor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025