Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi ruang edukasi politik mahasiswa atau generasi muda sebagaimana terjadi, Kamis.
Sebanyak 150 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin datang ke "Rumah Banjar" (Gedung DPRD Kalsel) belajar politik atau demokrasi dengan menggunakan Ruang Rapat Paripurna H. Mansyah Addrian.
Baca juga: Pemkab HST ajukan Raperda perlindungan lahan pertanian tanaman pangan berkelanjutan
Kepala Bagian Persidangan dan Perundang-Undangan Sekretariat DPRD (Setwan) Kalsel H Muhammad Andri Yuzhar yang menerima rombongan mahasiswa tersebut menyampaikan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam memahami proses legislasi.
“Keterlibatan generasi muda dalam memahami proses politik di lembaga legislatif sangat penting. Forum seperti ini tidak hanya sebatas memperkenalkan tata cara persidangan, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk melatih pola pikir kritis, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan memahami mekanisme demokrasi dijalankan secara nyata,” jelasnya.
Ia menegaskan, pengalaman mengikuti simulasi sidang bukan sekadar pembelajaran teknis, melainkan juga sarana membentuk karakter kritis, rasa tanggung jawab, serta kesiapan untuk berperan di masyarakat.
“Hal tersebut tentu menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri sebagai calon pemimpin di masa depan. Sekretariat DPRD Kalsel akan selalu terbuka dalam memberikan ruang edukasi politik, sehingga generasi muda memiliki pengalaman praktis yang dapat mereka bawa dan kembangkan,” ucap Andri.
Sementara itu, apresiasi datang dari Reza, perwakilan Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEBI) UIN Antasari mengatakan, bahwa kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang mampu membantah anggapan mahasiswa tidak peduli politik.
Baca juga: Legislator Balangan tegaskan tentang Pancasila
“Kami ingin menepis anggapan bahwa mahasiswa FEBI tidak peduli politik. Justru hari ini terlihat jelas bahwa rekan-rekan kami begitu bersemangat untuk belajar dan terlibat dalam isu-isu kebangsaan,” tambahnya.
Ia berharap kegiatan semacam itu dapat rutin dilakukan, sehingga mahasiswa dapat terus memperkaya wawasan politik sekaligus menguatkan peran mereka dalam menjaga nilai demokrasi di Banua (Kalsel).
Sebelumnya mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dengan jaket kebanggaan almamater warna kuning juga melakukan edukasi politik di Rumah Banjar.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025