Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan Pemerintah Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, menjajaki kerja sama untuk komoditas bawang merah.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman di Banjarmasin, Jumat, menyampaikan daerahnya mulai menjajaki kerja sama dengan Kabupaten Enrekang untuk memenuhi kebutuhan komoditas bawang merah.

"Bawang merupakan salah satu komoditi penyumbang inflasi di Banjarmasin. Untuk tahun ini, kami akan membangun kerja sama dengan Enrekang," ujarnya.

"Sudah ada komunikasi antara instansi terkait di Banjarmasin dengan teman-teman di Enrekang. Titik kerja samanya melalui komoditi bawang merah dan juga beras," ujarnya lagi.

Ikhsan menjelaskan, dua bahan pokok tersebut kerap mengalami fluktuasi harga sehingga memicu inflasi di Banjarmasin. 

Disampaikan Ikhsan, laju inflasi di Kota Banjarmasin pada Juli 2025 tercatat sebesar 0,30 persen (m-to-m), dengan inflasi tahunan mencapai 2,50 persen (y-on-y). 

Angka itu dipengaruhi oleh beberapa komoditas pangan yang harganya cenderung meningkat, terutama bawang merah dan beras, yang selama ini menjadi pendorong utama inflasi di daerah.

Menurut dia, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Banjarmasin berkomitmen menjaga stabilitas harga bahan pokok. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah menjalin kerja sama dengan Kabupaten Enrekang yang dikenal sebagai sentra produksi bawang merah sekaligus penghasil beras.

Dengan adanya kerja sama antar-daerah, diharapkan pasokan bawang merah dan beras akan lebih terjamin sehingga dapat menyeimbangkan harga di pasaran.

"Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah kota yang terus memperkuat sinergi antara daerah produsen dan konsumen dalam rangka menjaga ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah," demikian katanya.


Baca juga: Disdag : Harga bawang di Kalsel masih tinggi
Baca juga: Bapanas: Harga cabai rawit, bawang merah, dan beras turun

 

Pewarta: Sukarli

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025