Langkah ini menjadi dorongan penting bagi pertumbuhan ekonomi maritim dan transformasi layanan logistik nasional.
Baca juga: PLN sukses suplai listrik andal pada peringatan HUT ke-80 RI
Manajer PLN UP3 Banjarmasin Yanuar di Banjarmasin, Kamis, menyampaikan bahwa kerja sama ini bukan sekadar menambah kapasitas listrik, tetapi juga memastikan keandalan dan kualitas pasokan untuk mendukung aktivitas bongkar muat, logistik, dan peralatan berbasis listrik.
“Pelabuhan adalah nadi perekonomian. Dengan sistem kelistrikan yang kuat, tegangan terjaga, respon cepat, dan dukungan teknis 24 jam, kami siap menjadi mitra strategis Pelindo,” jelasnya.
Kesepakatan ini mencakup perubahan daya dari 5.540 kVA menjadi 8.660 kVA untuk menunjang operasional Pelindo di kawasan Pelabuhan Trisakti. Penandatanganan berlangsung di Aula Merdeka, Kantor PLN UP3 Banjarmasin, dihadiri jajaran manajemen kedua pihak.
Dia menambahkan, peningkatan daya ini didukung studi sistem jaringan, penguatan infrastruktur gardu, dan koordinasi teknis intensif.
“Kami tidak hanya menyediakan energi, tapi juga solusi berkelanjutan untuk sektor-sektor vital,” ujarnya.
Sementara itu, Sub Regional Head PT Pelindo Regional Kalimantan Sugiono mengapresiasi langkah cepat PLN. Menurutnya, peningkatan daya ini sejalan dengan roadmap transformasi pelabuhan menuju Green Port.
Baca juga: PLN UID Kalselteng--Icon Plus wujudkan hunian bersubsidi Smart Home
Baca juga: PLN Kalselteng beri diskon 50 persen tambah daya listrik pada HUT RI
“Kebutuhan listrik kami terus bertambah seiring pengembangan infrastruktur, digitalisasi layanan, dan elektrifikasi peralatan bongkar muat. Dengan pasokan andal dari PLN, kami memiliki landasan kuat untuk mengembangkan Smart Port dan mengurangi emisi karbon,” ungkapnya.
General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono menyampaikan bahwa sinergi ini adalah wujud nyata komitmen PLN dalam memperkuat sektor maritim sebagai salah satu penggerak ekonomi Kalimantan.
“Peningkatan daya ini tidak hanya mendukung operasional Pelabuhan Trisakti, tetapi juga mempertegas peran PLN dalam mendorong pemanfaatan listrik ramah lingkungan di dunia maritim yang keberlanjutan,” ujarnya.
Selain itu, ucapnya, peningkatan daya ini memungkinkan Pelindo memaksimalkan penggunaan peralatan listrik tanpa khawatir keterbatasan suplai, sekaligus mengurangi ketergantungan pada genset berbahan bakar fosil.
Bukan itu saja, dengan dukungan sistem distribusi berlapis (Backup System) untuk meminimalkan risiko gangguan, operasional pelabuhan menjadi lebih efisien, ramah lingkungan, dan selaras dengan target Net Zero Emission pemerintah.
Sinergi PLN dan Pelindo di Kalimantan menjadi contoh konkret kolaborasi BUMN yang memberi dampak nyata bagi pembangunan nasional dan perekonomian daerah.
"Kami berharap ini akan menjadi model sinergi di sektor lain, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha.” Pungkas Iwan.
Baca juga: PLN Kalselteng gelar Hargab PDKB jaga keandalan listrik Barito Utara
Editor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025