PT Alamtri Resources Indonesia melalui anak usahanya PT Maruwai Coal memberikan pelatihan para santri pengelola unit usaha di Pondok Pesantren Karya Pembangunan Kabupaten Puruk Cahu, Kalimantan Tengah untuk memperkuat  ketahanan pangan lokal.

Kegiatan ini bagian dari program Pesantren Pangan Mandiri dengan harapan ponpes  semakin mandiri secara ekonomi sekaligus berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan lokal

Baca juga: DKP Kalsel wujudkan pembangunan kelautan dan perikanan yang terarah

“Pesantren kita bekali  keterampilan teknis yang aplikatif untuk  mengembangkan unit usaha berkelanjutan sehingga  semakin mandiri secara ekonomi sekaligus berperan dalam pemenuhan kebutuhan pangan lokal,” kata Community Development Department Head PT Maruwai Coal, Sri Armiyati Jarkasi, dalam rilis yang disampaikan Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) di Tabalong, Rabu.

Selama empat hari, peserta mendapatkan kombinasi materi teori dan praktik lapangan, mulai dari teknik pembenihan, persiapan kolam, seleksi induk, pemijahan, hingga pemeliharaan larva.

Termasuk   tahap pembesaran ikan, seperti penebaran benih, manajemen pakan, pemeliharaan, dan panen.

Peserta juga diperkenalkan pada pakan alternatif berbasis lokal seperti maggot Black Soldier Fly (BSF), serta melakukan kunjungan ke hatchery, kolam pendederan, dan kolam pembesaran.

Kasubbag Umum BPBAT Mandiangin Kabupaten Banjar  Webby menekankan pentingnya praktik langsung dalam pelatihan tersebut.

“Kegiatan ini dirancang agar peserta memiliki kompetensi dari hulu ke hilir," jelasnya.

Selain itu pesantren bisa menjadi contoh nyata kontribusi lembaga pendidikan terhadap ketahanan pangan dan ekonomi lokal.

Salah satu peserta Hartono cukup antusias mengikuti pelatihan ini dan 
 mengaku memperoleh ilmu yang sangat bermanfaat, terutama terkait pembenihan dan pembesaran ikan patin.

 “Ini menjadi bekal penting untuk pengembangan usaha perikanan di pesantren,” ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat unit usaha Pesantren Karya Pembangunan dan mendukung ketahanan pangan daerah sekaligus memperkokoh peran pesantren sebagai penggerak ekonomi lokal.

Baca juga: KKP dongkrak produksi lima komoditas perikanan budi daya

Sebelumnya enam pengelola unit usaha perikanan Pesantren Karya Pembangunan  mengikuti bimbingan teknis (bimtek) budidaya ikan nila dan patin di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Mandiangin pada 11–14 Agustus 2025.

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2025