Perusahaan Listrik Negara Kotabaru, Kalsel khawatir pasokan bahan bakar minyak untuk pembangkit listrik tenaga diesel Banjarmasin tersendat karena Dermaga Pertamina Kotabaru hingga kini belum dapat digunakan untuk kegiatan bongkar muat pascatenggelamnya tanker KM Laut Emas.
   
Manajer PLN Cabang Kotabaru H. Burhan di Banjarmasin, Sabtu menurutkan, telah berkoordinasi dengan Kepala Depo Pertamina Kotabaru terkait tenggelamnya tanker KM Laut Mas yang tenggelam saat mengisi minyak hitam "Marine Fuel Oil" (MFO) di Dermaga Pertamina Kamis (21/10).
        
"Kami ingin memastikan kapan bangkai tanker dapat diangkat karena tanker yang biasa mengambil BBM untuk PLTD Pasir Mas Banjarmasin segera merapat," terangnya.
        
Menurut dia, tanker yang membawa BBM PLN tidak akan dapat merapat ke Dermaga Pertamina sebelum bangkai tanker yang tenggelam itu tidak segera diangkat.
        
Burhan menjelaskan, kebutuhan BBM PLTD Pasir Mas rata-rata 200 ton/hari atau 1.600 ton setiap pekan dan MFO tersebut distribusikan seminggu sekali.
        
"Kami khawatir jika suplai MFO untuk PLTD Pasir Mas tersendat maka sebagian Kota Banjarmasin akan ada pemadaman," tambahnya.
        
Kepala Depo Pertamina Kotabaru Imam Hardjito menjelaskan saat ini tim telah melakukan berbagai upaya agar minyak hitam yang ada didalam tanker yang tenggelam itu dapat segera disedot agar bangkai kapal dapat diangkat ke permukaan.
        
"Kami telah menyiapkan tanker yang akan menampung isi dari tanker KM Laut Mas dan tinggal menunggu petugas untuk menyedot saja," katanya.
        
Imam mengaku ingin segera mengangkat bangkai tanker agar aktivitas di dermaga kembali pulih.
        
Selain segera mengangkat tanker petugas juga melokalisasi tumpahan minyak agar tidak meluas terbawa arus air pasang dan surut. 
  
Diantaranya memasang "oil boom" (slickbar) menyemprotkan "oil spill dispersant" serta menyedot tumpahan minyak di laut dengan menggunakan kapal penyedot.
        
Penyemprotan "oil spill dispersant" bertujuan untuk membersihkan tumpahan minyak pada permukaan air laut sehingga minyak yang tumpah itu bisa netral.
        
Selanjutnya, katanya, penyedotan akan segera dilakukan agar tumpahan MFO tidak mengalir terbawa arus laut pasang dan surut.
        
"Kita menyiapkan kapal penyedot dan tanker memuat hasil sedotan minyak yang tumpah serta minyak yang ada di dalam tanker yang tenggelam," katanya.
        
Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kotabaru H. Akhmad Rivai M.Si berharap PT Pertamina segera melakukan antisipasi agar minyak hitam itu tidak menyebar ke mana-mana.
        
"Kami juga mengharapkan distribusi BBM ke setiap pelanggan tidak terganggu terkait dengan ditutupnya sementara Dermaga Pertamina  hingga pengangkatan tanker KM Laut Mas," katanya.   
  
Sebelumnya, Wakapolres Kotabaru Komisaris Polisi Joko Sulistio mengatakan, KM Laut Emas tenggelam saat mengisi minyak hitam di Dermaga PT Pertamina Kotabaru sekitar pukul 10.55 Wita akibat oleng.
        
Rencananya kapal tanker tersebut akan mengisi minyak hitam dari Pertamina Kotabaru sebanyak 600 kiloliter untuk dibawa ke Berau, Kalimantan Timur.
        
Namun baru terisi sekitar 580 kiloliter tiba-tiba kapal oleng dan langsung tenggelam hingga ke dasar laut dalam waktu kurang dari 30 menit.
        
Sebagian minyak hitam yang belum sempat masuk ke dalam tanker dari kompartemen satu tumpah ke laut sementara kompartemen dua, tiga dan empat sempat ditutup dan dikunci sehingga tidak terjadi tumpah.

Pewarta:

Editor : Abdul Hakim Muhiddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2010