Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Unit Reskrim dan Unit Patroli Polsekta Banjarmasin Timur mengantisipasi peredaran uang palsu dengan memeriksa uang baru yang dijajakan di pinggir-pinggir jalan ibu kota Kalimantan Selatan.

"Para pelaku jasa penukaran uang baru itu semuanya kami periksa," kata Kapolsekta Banjarmasin Timur Kompol Dese Yulianti di Banjarmasin, Kamis.

Dia mengatakan, patroli terhadap pemeriksaan jasa penukaran uang secara pribadi itu diperuntukan agar mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

Apalagi menjelang lebaran banyak masyarakat yang beramai-ramai menukaran uang mereka dengan uang baru. Untuk itu warga diimbau agar mengecek terlebih dulu uang tersebut.

Kapolsekta Banjarmasin Timur terus mengatakan lebih baik masyarakat langsung ke Bank Indonesia apabila ingin melakukan penukaran uang karena bisa dipertanggungjawabkan.

Selain itu apabila masyarakat menerima uang palsu diminta melapor ke Polsek terdekat.

Bank Indonesia (BI) akan mulai membuka pelayanan penukaran uang baru pada 12 Juni 2017.

"`Kick-off` penukaran uang secara langsung kepada masyarakat, kami lakukan pada 12 Juni di halaman Kantor Wali Kota Banjarmasin Jalan RE Martadinata," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalsel Harymurthy Gunawan di Banjarmasin, Kamis.

Bukan itu saja, Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana memerintahkan jajarannya untuk sigap mengawal pelaksanaan transaksi keuangan yang ramai jelang Hari Raya Idul Fitri.

"Anggota tidak boleh `under estimate`. Semuanya harus waspada karena tindak kejahatan bisa mengancam setiap saat. Jadi tingkatkan pengamanan di tengah masyarakat khususnya dalam proses transaksi keuangan ini," katanya. 

Pewarta: Gunawan Wibisono

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017