Batulicin, (Antaranews Kalsel) - Komando Distrik Militer 1022 Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, melakukan deteksi dini terhadap masalah yang ada di masyarakat dengan menerapkan "Si Deni" atau Aplikasi Sistem Deteksi Dini.

Komandan Kodim 1022/Tanah Bumbu Letkol Czi Andy Setyawan, di Batulicin, Sabtu, mengatakan aplikasi ini akan disosialisasikan kepada masyarakat luas oleh para Bintara Pembina Desa (Babinsa) agar para masyarakat memahami fungsi dan kegunaan aplikasi tersebut.

"Hal yang mendasari melakukan deteksi dini dengan menggunakan aplikasi tersebut agar TNI bisa melihat kondisi dan perkembangan informasi seluruh wilayah se Kalimantan dengan cepat," katanya.

Dijelaskan, TNI perlu dukungan dan partisipasi dari seluruh masyarakat untuk bisa memberikan informasi secara cepat melalui aplikasi tersebut, sehingga TNI bisa melakukan deteksi, dan menangani masalah yang dilaporkan sedini mungkin.

Kodim 1022 Tanah Bumbu selaku penanggungjawab keamanan teritorial bisa melakukan langkah-langkah, dan solusi dengan cepat melalui aplikasi tersebut dengan dukungan dan kerja sama antara masyarakat dan TNI.

Dengan deteksi dini tersebut, TNI menginginkan bila ada suatu permasalahan di masyarakat yang akan timbul bisa dideteksi secara awal sehingga langkah langkah yang akan dilakukan lebih cepat dan mudah dalam menyelesaikan masalahnya.

Dicontohkan, seandainya suatu desa kedatangan warga asing yang melakukan aktifitas yang mencurigakan, maka salah satu warga di lingkungan tersebut tidak berani melakukan monitor, sehingga menimbulkan keresahan masyarakat.

Namun dengan aplikasi "Si Deni" masyarakat bisa melaporkannya ke TNI dengan menggunakan aplikasi tersebut dengan cepat, sehingga TNI juga langsung bisa melakukan tindakan menanganinya.

"Aplikasi ini baru kami terapkan, di wilayah Kodam Wulawarman, dan hanya Kodim 1022/Tnb yang baru menerapkan, sehingg kami berharap aplikasi ini bisa dikenal masyarakat secara luas untuk memberikan informasi kepada TNI aga bisa melakukan deteksi masalah secara dini," terangnya.

Pewarta: Sujud Mariono

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017