Rantau, (Antaranews Kalsel) - Tingkat kesadaran petani akan pentingnya asuransi usaha tani padi (AUTP) dari PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) di Kabupaten Tapin cukup tinggi.

Hal tersebut terbukti dengan raihan Tapin sebagai kabupaten dengan pencapaian target pengguna jasa asuransi dari Jasindo tersebut tertinggi di Kalimantan Selata.

"Alhamdulillah atas pencapaian target asuransi usaha tani padi 2017 ini kita tertinggi di Kalsel," ujar Kepala Dinas Pertanian H Masyariansah, Rantau (23/3).

Dijelaskan Kadis, tercapainya target tersebut salah satunya berkat sosialisasi Dinas Pertanian, Camat, dan tim penyuluh kecamatan agar para petani sadar akan pentingnya asuransi pertanian tersebut.

Selain itu, selama tiga bulan sejak januari hingga akhir maret tahun ini, petani yang ingin mendaftar masuk asuransi petani padi ini di gratiskan atau tanpa dipungut biaya apapun.

"Hingga tanggal 31 Maret ini kan kita gratiskan, jadi itu dimanfaatkan oleh petani Tapin untuk ikut dalam asuransi Jasindo ini," ujar Kadis lagi.

Dengan keistimewaan yang didapat Tapin tersebut, dikatakan Kadis seluas 3.457 Hektar sawah di Tapin sudah masuk dalam jasa asuransi pertanian padi tersebut.

Program jasa asuransi usaha tani padi ini digulirkan pemerintah pusat sejak tahun 2015, dan setiap petani wajib membayar premi sebesar Rp36 ribu untuk setiap hektarnya untuk setiap musim tanam.

Sementara untuk biaya pertanggungan adalah Rp6 juta per hektare tiap musim tanam. Klaim dapat diajukan jika tanaman padi terkena kerusakan akibat banjir, kekeringan atau serangan hama dengan luas kerusakan mencapai 70 persen.

"Namun kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran lahan itu tidak ditanggung oleh pihak asuransi," terang Kadis.

Pewarta: M Husein Asyari

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2017