PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) persero Cabang Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan, mengoperasikan empat dermaga pada puncak arus mudik lebaran 2024.

"Pengoperasian empat dermaga tersebut untuk melayani calon penumpang atau pemudik tujuan Pelabuhan Batulicin-Tanjung Serdang Kabupaten Kotabaru, kata Manajer Usaha pada PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Persero Cabang Batulicin Zainal, di Batulicin, Ahad.

Zainal yang mewakili Kepala PT ASDP Cabang Batulicin Windra Sulistiawan menjelaskan bahwa empat dermaga tersebut memiliki sistem yang berbeda, diantara tiga dermaga menggunakan sistem Movable Bridge (MB) dan satu lagi menggunakan sistem plengsengan.

Keuntungan menggunakan sistem MB adalah dermaga tersebut dapat dinaik turunkan untuk menyesuaikan tinggi air laut sehingga, kapal tidak tergantung pada pasang surutnya air laut saat bersandar.

"Empat dermaga tersebut akan kami fungsikan secara maksimal, khususnya nanti saat puncak arus mudik untuk mengurai antrian panjang penumpang kapal yang ada di Pelabuhan Tanjung Serdang maupun Batulicin," terang Zainal.

Dia memperkirakan, puncak arus mudik akan terjadi pada H Idul Fitri 1445 Hijriah. Diperkirakan mencapai 33 hingga 100 persen dibandingkan pada hari biasa.

Dalam kondisi normal rata-rata penumpang mencapai 600-700 orang/hari, kendaraan roda dua mencapai 150-200 unit/hari kendaraan roda empat 200 unit/hari.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang yang diperkirakan pada H lebaran, pihak ASDP juga akan mengoperasikan delapan unit kapal diantaranya KMP Kerapu, KMP Teluk Cindrawasih, KMP Gutila, KMP Kerapu III, KMP Lemuru, KMP Truno Joyo, KMP Mahakam dan KMP Musi.

"Saat ini kondisi penumpang di dua pelabuhan tersebut masih tergolong normal atau tidak ada lonjakan penumpang secara signifikan, sehingga pihak manajemen hanya mengoperasikan Tiga dermaga dan tujuh kapal," terang Zainal.

Kalau terjadi lonjakan penumpang maka, empat dermaga dan delapan kapal tersebut akan dioperasikan guna mengurai kemacetan atau antrian panjang. 

Pewarta: Sujud Mariono

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2024