Masyarakat Loksado jeli melihat peluang usaha, mereka membuat sirup dari kayu manis sebagai oleh-oleh khas wisata internasional di Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. 

Seorang pedagang di wisata Loksado Mida, mengatakan sirup kayu manis kini sudah mulai dikenal wisatawan baik lokal maupun asing.

"Harganya Rp30 ribu/botol (460 ml), wisatawan ramai membeli katanya untuk oleh-oleh," ujar perempuan berumur 25 tahun itu di Loksado, Minggu. 

Apabila pengunjung wisata ramai, kata Mida, di warungnya rata-rata habis 20 botol/hari dibeli. Kemungkinan, lanjutnya, pada puluhan warung lainnya juga mengalami hal serupa. 

"Di sini ada dua orang yang produksi sirup kayu manis, salah satunya paman saya. Punya paman sudah lolos BPOM," ujarnya. 

Produk turunan tanaman kayu manis ini, terang Mida, mulai dirintis masyarakat sejak tiga tahun lalu dan kini sudah terlihat potensi ekonominya. 

"Kalau penjual keluar daerah secara online masih belum, hanya di jual di Loksado," ujarnya. 

Adapun khasiat yang tertulis di botol sirup kayu manis Loksado ini, yakni antioksidan, pelancar peredaran darah, menghangatkan badan, memulihkan stamina, cegah penumpukan kolesterol. 

Khasiat lainnya juga untuk menambah kejantanan pria, asam urat, rematik, mencegah masuk angin, batuk dan flu. 

Kecamatan Loksado ini sejak bahari memang terkenal sebagai salah satu daerah sentral tanaman kayu manis di Indonesia. 
 
Seorang petani berada di kebun kayu manis di Desa Loklahung, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Minggu (27/8/2023). ANTARA/Muhammad Fauzi Fadilah



Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Hulu Sungai, Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan Rudiono Herlambang mengatakan selain bertani kebanyakan masyarakat Loksado juga memanfaatkan kayu manis ini sebagai sumber ekonomi. 

"Selain dijadikan produk kulit kayu manis kering juga dibuat sirup kayu manis," tuturnya. 

Selain kayu manis, kata Rudiono, tanaman hutan seperti kemiri hingga bambu juga menjadi komoditas unggulan masyarakat yang hidup di kawasan Pegunungan Meratus itu. 

"Kalau tanaman bambu itu dimanfaatkan sebagai konstruksi bangunan ringan,alat transportasi air (bambu rafting) dan juga dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan tangan. Sedangkan buah kemiri untuk bahan masakan dan minyak kemiri," jelasnya. 


 

Pewarta: M Fauzi Fadillah

Editor : Gunawan Wibisono


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023