Kepala Perwakilan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Selatan H Ramlan memuji keberhasilan Kabupaten Tabalong menekan angka stunting hingga 9,8 persen lebih tinggi dari capaian nasional.

"Survei Status Gizi Indonesia  tahun 2022 angka stunting di Tabalong turun dari 28,2 persen menjadi  19,1 persen dan ini merupakan sebuah prestasi," ungkap Ramlan di Tabalong, Kamis.

Untuk bisa menekan angka stunting di daerah  tambah Ramlan memang tidak mudah karena harus dilakukan secara konvergensi atau bergerak bersama-sama melibatkan para pihak lainnya.

Capaian nasional untuk mengurangi angka stunting hanya 2,8 persen sedangkan Kabupaten Tabalong hampir  10 persen.

Tak heran jika kabupaten dengan julukan 'Bumi Saraba Kawa' ini meraih predikat terbaik di Provinsi Kalsel  pada penilaian kinerja delapan aksi konvergensi penurunan stunting dengan angka prevalensi 7,89 persen di tahun 2022.

Sebelumnya Wakil Bupati Tabalong H Mawardi mengatakan melalui penguatan deteksi dini dan intervensi yang tepat, baik intervensi spesifik maupun sensitif secara kolaborasi dapat mencegah  terjadinya  stunting.

"Perlu dukungan semua SKPD, lintas program dan lintas sektor mitra untuk berkomitmen dalam upaya percepatan penurunan stunting," jelas Mawardi saat membuka diseminasi audit kasus  stunting I tingkat Kabupaten Tabalong, Rabu.

Audit kasus stunting merupakan kegiatan prioritas pada Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting  secara berkesinambungan sehingga intervensi atau pencegahan dapat segera dilakukan agar kasus tidak semakin memburuk.

Mawardi mengharapkan tindak lanjut dan rekomendasi dari hasil audit kasus stunting dilaksanakan sesuai tanggung jawab dan kewenangan masing-masing.

Selain itu semua pihak perlu bekerjasama dalam mendukung terwujudnya masyarakat dengan konsumsi gizi seimbang, percepatan perbaikan gizi dan pemenuhan sanitasi dasar.

 

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023