Sejumlah masjid di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan kesulitan air akibat suplai dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat tak mengalir.

Penjaga Masjid Agung Humasa Rantau Sibawaihi mengatakan dampak air PDAM tak mengalir ini membuat umat Muslim yang ingin beribadah kesulitan untuk berwudhu. 

Baca juga: PDAM Tapin Peringati Hari Jadi Ke 34

"Seminggu terakhir macet, kadang jalan kadang enggak. Habis cadangan, seminggu," ujarnya di Rantau, Sabtu. 

Begitupun kondisi di Masjid Darul Falah tidak mendapatkan aliran air bersih. Padahal, kedua masjid tersebut sering digunakan masyarakat Kota Rantau ataupun pengendara yang melintas di kabupaten dan provinsi. 

Sebagai alternatif pemenuhan air, pengurus masjid ini meminta suplai air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan barisan pemadam kebakaran (BPK) yang menggunakan mobil tangki.
Penjaga Masjid Agung Humasa Rantau bersihkan kolam untuk diisi suplai air dari BPBD Tapin dan BPK Raha, Sabtu, (19/8/2023). ANTARA/Muhammad Fauzi Fadilah

"Ada 4.000 liter dari kami dan 4.000 liter dari BPK Raha untuk Masjid Humasa Rantau," ujar Kabid Kedaruratan BPBD Tapin Sofyan.

Baca juga: PDAM Salurkan Air Bersih Untuk Warga Miskin

Selain itu, BPK Raha juga memenuhi kebutuhan air sebanyak 4.000 liter di Masjid Darul Falah.

Pihak BPBD Tapin dan BPK Raha ini mengatakan siap untuk menyuplai air untuk keperluan ibadah pada sejumlah masjid. 

"Iya, apabila tak ada kebakaran lahan atau pemukiman kita siap untuk suplai air untuk masjid, gratis," ucapnya.

Pihak PDAM Tapin belum dapat dikonfirmasi terkait permasalahan suplai air pada musim kemarau ini.

Baca juga: Dikepung tambang batu bara, warga Tapin Kalsel kesulitan air bersih

Pewarta: M Fauzi Fadillah

Editor : Taufik Ridwan


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023