Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan mengharapkan modal inti minimum atau MIM PT Bank Kalsel atau "Banknya Urang Banua" sebesar Rp3 triliun tercapai akhir Tahun 2024.

Ketua Komisi II Imam Suprastowo mengemukakan harapan itu saat kunjungan ke Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), ujar  Sekretaris Komisi itu, HM Iqbal Yudiannor, Selasa sesudah pertemuan dengan Asbanda yang berkedudukan di Jakarta tersebut.

Baca juga: Bank Kalsel berikan bantuan seragam kepada sopir Banjar Taxi dan Kojatas

Kunjungan kerja (Kunker) Komisi II ke Asbanda di Jakarta  bersama Direksi PT Bank Kalsel, untuk membicarakan MIM  Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik pemerintah provinsi (Pemprov) tersebut yang bergerak dalam jasa perbankan pada 31 Juli 2023

Kunker Komisi II tersebut juga dalam rangkaian monitoring dan evaluasi kinerja Bank Kalsel atau Banknya Urang Banua yang berdiri tahun 1960-an dengan status pertama berupa Perusahaan Daerah Bank Pembangunan Daerah (PD BPD) dan 2007 baru berstatus Perseroan Terbatas (PT).

Sementara Asbanda mempunyai fungsi dan berperan penting dalam mendorong dan mengawasi kinerja BPD di seluruh Indonesia, karenanya Komisi II yang membidangi ekonomi dan keuangan terus menggali informasi dan pengalaman tentang perkembangan dan tantangan sektor perbankan daerah di Indonesia khususnya di Kalsel.

Sebagai catatan, modal inti Bank Kalsel per Juli 2023 mencapai Rp2,3 triliun  untuk memenuhi ketentuan Otomatis Jasa Keuangan (OJK) No. 12/POJK.03/2020 tentang konsolidasi Bank Umum, kewajiban penyertaan modal inti minimum Rp3 triliun, bagi Bank Umum sesuai Pasal 8 ayat (2).


Baca juga: UPZ Bank Kalsel bantu korban kebakaran di Gang Simpang Pilot Banjarmasin

Kemudian  ketentuan OJK Nomor 12/POJK.03/2020 Pasal 8 ayat (5) batas waktu pemenuhan Mzizm hingga Desember 2024.

Menurut Imam Suprastowo, Asbanda yang merupakan koordinator bank milik daerah menjadi benteng pertahanan karena adanya aturan-aturan yang sebetulnya tidak diinginkan oleh bank-bank yang ada di daerah.

Salah satu contoh kepedulian dari Asbanda terhadap kepentingan bank yang ada di daerah adalah dengan batalnya "Spin Off" karena tidak semua yang menjadi aturan itu cocok untuk di daerah. 

"Ke depan kita berharap dapat lebih intens lagi berkomunikasi antara Bank Kalsel dan Asbanda,” harap anggota DPRD Kalsel dua periode itu.
Rombongan Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan saat berkunjung/pertemuan dengan Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) di Jakarta, 31 Juli 2023. (Istimewa/Humas Setwan Kalsel.)

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT Bank Kalsel Fachrudin dalam kegiatan tersebut mengatakan melalui sinergitas yang terbangun dengan BUMD, modal yang sudah terihimpun akan tersalurkan secara optimal. 

Fachrudin yang belum "setahun jagung" sebagai Dirut Bank Kalsel akan berusaha agar pemenuhan modal inti dapat terpenuhi di tahun 2024.

“Alhamdulillah hari ini bersama Komisi II bisa berkunjung ke Asbanda, sebagai bentuk untuk meningkatkan kinerja Bank Kalsel agar kedepan dan memastikan agar pemenuhan modal inti minimal Rp3 triliun," ujar Fachrudin.

Ia menyatakan terima kasih kepada Komisi II yang sudah memfasilitasi kegiatan komunikasi dengan kementrian terkait yang ada di Jakarta.

Baca juga: Bank Kalsel komitmen dukung peningkatan PAD melalui layanan digital.
 

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2023