Marabahan, (Antaranews Kalsel)  – Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan M Anthony mengatakan, jumlah bencana kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Batola dari tahun ke tahun terjadi penurunan.
     

“Penurunan itu  berkat peran serta masyarakat, pemerintah  dan pihak swasta yang bersama sama menanggulangi bencana tersebut,” ujar Asisten Ekonomi Pembangunan Setdakab Batola M Anthony, di Marabahan, Jumat (3/6).
     
Menurut dia, selain kebakaran hutan dan lahan,  bencana lain seperti banjir juga bisa diatasi berkat kerja sama ketiga unsur tersebut.
     
Dia berharap, dengan adanya pelatihan bagi anggota Tim Reaksi Cepat (TRC),  maka penanganan bencana alam di Batola semakin cepat tertangani, sehingga dapat meminimalisir keadaan.
     
Terpisah,  Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Batola  Ardiansyah menyatakan, relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) merupakan mitra BPBD Batola yang memiliki tugas penting untuk menentukan langkah ke depan,  dalam upaya penanggulangan berbagai bencana.
     
Dijelaskannya, setiap tahun anggota TRC yang anggotanya dari dari kalangan ASN dan masyarakat terus mendapatkan pelatihan ketrampilan memadamkan api.
     
Tugas relawan TRC tersebut , terang Ardiansyah, tidak hanya melakukan penanganan bencana di kawasan tempat tinggal mereka saja, tetapi juga melakukan penanganan bencana di daerah lain.
     
Dengan adanya kegiatan pelatihan bagi anggota TRC, dia berharap, bisa mengoptimalkan fungsinya sebagai relawan dalam rangka penanggulangan bencana.
     
Lebih lanjut dia mengemukakan,  pelatihan yang diberikan itu agar anggota TRC semakin tanggap dan selalu siap sedia dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana.
     
“Bencana yang ditangani TRC tersebut tidak hanya kebakaran lahan dan hutan saja, namun  kebakaran rumah, banjir, puting beliung dan lainnya juga harus tanggap,” demikian tegasnya.

Pewarta: Arianto

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016