Tanjung,  (Antaranews Kalsel) - Selama bulan Ramadhan seluruh tempat hiburan malam di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan akan ditutup untuk menghormati umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa maupun shalat tarawih.

Hal ini disampaikan Bupati Tabalong Anang Syakhfiani di Tanjung, Rabu, saat melakukan pertemuan dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Wisma Tamu Tanjung.

"Tempat hiburan semuanya akan kita tutup selama bulan suci Ramadhan termasuk melakukan operasi atau penertiban warung-warung yang tidak memilik Ijin Mendirikan Bangunan," jelas Anang.

Dia mengakui hampir 80 persen warung yang tersebar di "Bumi Saraba Kawa" ini belum memiliki IMB dan kerap disalahgunakan sebagai tempat prostitusi terselubung.

Karena itu dalam operasi atau razia besar-besar menjelang Ramadhan nanti Pemerintah Daerah akan menerapkan Peraturan Daerah terkait IMB dan Perda larangan prostitusi.

Menanggapi maraknya warung yang berfungsi ganda sebagai tempat prostitusi atau disebut warung jablay, anggota LSM Pusaka Firman Yusi mengatakan kondisi ini dipicu makin banyaknya arus kendaraan atau transportasi yang melintasi kabupaten ini.

"Keberadaan warung-warung di sepanjang jalan dimanfaatkan para supir dari arah Kalimantan Timur dan sebaliknya untuk beristirahat atau minum-minum yang kemudian berkembang menjadi warung plus yang bisa melakukan transaksi seks," ungkap Firman.

Karena itu Firman mengusulkan perlunya dibangun tempat khusus istirahat (Rest Area) bagi penggunaan kendaraan bermotor, mobil atau truk yang representatif dengan berbagai fasilitas mulai dari tempat makan, mushala dan WC umum.

Jika di sepanjang ruas jalan Kabupaten Tabalong memiliki rest area tentunya bisa mengurangi praktik prostitusi di warung-warung kecil yang menjadi permasalah sosial bagi daerah.

"Keberadaan rest area selain bisa memberikan kontribusi bagi pendapatan daerah juga meminimalkan keberadaan warung jablay yang selama ini citranya kurang baik," tambah Firman. 

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016