Pengurus Daerah (PD) Aisyiyah Kabupaten Hulu Sungai Utara memulai Program Inklusi untuk penurunan angka stunting, perkawinan usia anak, pemenuhan Hak -hak  Kesehatan Seksual dan Reproduksi (HKSR), kepemimpinan perempuan dan pemberdayaan ekonom masyarakat.

Pelaksana tugas Bupati HSU H Husairi Abdi  meresmikan pelaksanaan Program Inklusi disaksikan Pimpinan Pusat Aisyiyah Rosyidah, PD Muhammadiyah HSU di Gedung Agung Amuntai, Kamis (6/10/22).

"Kami dukung Program Inklusi Aisyiyah karena selaras dengan visi dan misi pemerintah daerah Hulu Sungai Utara untuk peningkatan kualitas hidup masyarakat dan kualitas sumber daya manusia," ujar Husairi.

Husairi mengatakan, tujuan yang ingin dicapai melalui Program Inklusi Aisyiyah saat ini juga menjadi fokus pembangunan seperti penurunan angka stunting, pemenuhan HKSR, pencegahan perkawinan anak dan pemberdayaan ekonomi.
 
Pengurus Aisyiyah dari pusat, wilayah Kalsel dan Daerah HSU menghadiri acara dimulainya pelaksanaan Program Inklusi Aisyiyah di Gedung Agung Amuntai, Kamis (6/10/22). (ANTARA/Eddy A/Diskominfo HSU)

Pimpinan PD Aisyiyah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Ir Hj. Isnainah mengatakan, sebanyak enam desa akan menjadi lokus pelaksanaan Program Inklusi di HSU, yakni  Desa Baruh Tabing, Rantau Bujur, Murung Panggang, Cangkering, Murung Asam, dan Padang Bangkal. 

"Dengan kegiatan langsung di masyarakat memastikan tidak ada elemen masyarakat yang tertinggal dalam pembangunan," kata Isnainah.

Dikatakan, PD Aisyiyah akan melakukan pelatihan kader yang akan menjadi penggerak pembangunan di tingkat desa dan komunitasnya.   

Kegiatan ini, katanya, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk menguatkan sinergi multi pihak pemerintah daerah dan desa, tokoh  masyarakat, tokoh organisasi agar bisa berkontribusi bagi pembangunan daerah. 

Pimpinan Pusat Aisyiyah Rosyidah mengatakan  Program Inklusi dilaksanakan di lima provinsi termasuk Kalimantan Selatan yakni di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

"Salah satunya upaya untuk menurunkan angka stunting, yakni dengan mendirikan rumah gizi di setiap desa yang menjadi lokus," katanya. 

Ia mengingatkan bahwa Aisyiyah selama ini dikenal sebagai gerakan perempuan Muhammadiyah yang memiliki banyak kegiatan yang menyentuh langsung kepada masyarakat

Sebagaimana organisasi Muhammadiyah lainnya, Aisyiyah juga memiliki program rutin baik di bidang kesehatan, ekonomi, sosial dan pendidikan.
 

Pewarta: Eddy Abdillah

Editor : Mahdani


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022