Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin Gusti Ridwan Sofyan mengatakan, pihaknya tahun 2016 memrogramkan untuk memperbaiki sebanyak 40 jembatan lama konstruksi kayu ulin atau kayu besi.


Menurut dia, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Selasa, sebagian besar perbaikan jembatan konstruksi kayu ulin itu akan diganti dengan beton.

"Anggaran puluhan miliar kita alokasikan untuk perbaikan sebanyak 40 jembatan konstruksi kayu ulin," ujarnya.

Diungkapkan, jembatan-jembatan berukuran sedang antara panjang 3-10 meter yang akan diperbaiki tersebar di lima kecamatan, dan sebagian sudah masuk proses lelang pengerjaan.

"Tentunya yang sudah dianggap sangat prioritas akan diperbaiki dengan menggantinya konstruksi beton, tapi yang kualitasnya masih baik, hanya mendapat perawatan," bebernya.

Ridwan mengatakan bahwa jembatan yang masih menggunakan konstruksi kayu ulin di daerah ini jumlahnya sekitar 200 buah, di mana sebagian besar sudah berumur di atas 10 tahun.

"Pada APBD 2016 ini, Bina Marga mendapatkan alokasi anggaran lebih Rp190 miliar, selain pembangunan dan perbaikan jalan, yang besar menyedot anggaran kedua memperbaiki jembatan," ucapnya.

Sebagai kota yang kaya akan aliran sungai, ujar Ridwan, jalan di Banjarmasin memiliki keunikan dengan banyaknya jembatan, bahkan satu jalan yang panjangnya hanya satu kilometer bisa berdiri lebih dari 10 jembatan.

"Kalau ditotal jembatan di jalan umum di daerah kita ini banyak sekitar 450 buah, perlu dana sangat besar bagi pemerintah kota melakukan perawatan dan perbaikan, sehingga diprogramkan bertahap," paparnya.

Bahkan, ungkap dia, untuk jembatan yang ukurannya cukup panjang, Pemkot hanya bisa menganggarkan satu atau dua saja setahunnya, karena keterbatasan biaya untuk menggantinya secara besar-besaran.

"Sebagaimana tahun ini, hanya satu jembatan saja bisa dibangun, di Jalan Sulawesi atau Jembatan AKT yang panjangnya lebih 20 meter dengan biaya sekitar Rp10 miliar," bebernya. 

Pewarta: Sukarli

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2016