Tanjung, (Antaranews Kalsel) - Layanan Pengadaan Barang Secara Elektronik (LPSE) terbukti bisa menghemat anggaran dibanding pengadaan barang dan jasa secara manual, kata Ketua LPSE Provinsi Kalimantan Selatan Fahrullazi.

"Pengadaan barang dan jasa secara elektronik memang membantu upaya kita menghemat atau optimalisasi anggaran dan Pemerintah Provinsi Kalsel tahun ini bisa hemat anggaran sekitar Rp107 miliar begitu pula pada tahun sebelumnya," jelas Fahrullazi, Kamis di Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kamis.

Bahkan Pemerintah Provisi Kalsel, kata Fahrullazi, berhasil meraih penghargaan "National Procurement Award 2015" sehingga bisa memotivisi LPSE di Kabupaten/kota lainnya bisa meraih prestasi yang sama.

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani saat membuka rapat koordinasi pengadaan barang dan jasa elektronik mengatakan penghargaan yang diraih Pemerintah Provinsi bisa diikuti LPSE kabupaten/kota lainnya sekaligus memotivasi untuk terus meningkatkan pelayanannya dalam pelelangan secara elektronik.

Ia mengakan pengawasan dalam proses pelelangan harus ditingkatkan untuk lebih mendukung transparansi dengan mengedepankan proses persaingan yang sehat.

Rakor LPSE se-Kalimanatan Selatan ini menghadirkan nara sumber dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Erni Herawati, perwakilan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/jasa Pemerintah (LKPP) Januar Indra, Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Surabaya Antiek Sugoharti dan UPT Pelayanan Pengadaan Barang/jasa Badan Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur Yuswanto.

"Tujuan Rakor selain mewujudkan Forum Komunikasi antar LPSE se-Kalsel juga mendorong inisiasi kepada seluruh pemerintah daerah dalam melaksanakan pengadaan barang dan jasa secara eletronik," jelas Ketua Panitia Penyelenggara Norzain A Yani.

Selain itu peserta bisa mengidentifikasi progres implementasi pengadaan secara elektronik di seluruh pemerintah daerah.

Rapat Koordinasi ini mengambil tema LPSE sebagai salah satu pilar e-Goverment siap menyongsong pelaksanaan sistem pengadaan secara eletronik versi 4.

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2015