Upaya Pemerintah Kabupaten Tabalong meningkatkan produksi benih ikan terkendala terbatasnya sarana dan prasarana di Balai Benih Ikan Desa Kambitin Raya Kecamatan Tanjung maupun Desa Nalui Kecamatan Jaro.

Kepala UPT Balai Benih Ikan Agustian Rijani mengatakan fungsi cekdam yang belum optimal menyebabkan kolam pembenihan ikan terendam banjir saat tingginya curah hujan.

"Selain kurang lebar cekdam di sekitar balai benih ikan juga dangkal sehingga di saat banjir kolam pembenihan turut terendam," jelas Agustian di Tanjung, Senin.

Kondisi ini menyebabkan realisasi produksi benih ikan air tawar pada tahun 2021 hanya 37,91 persen atau 322.248 ekor dari target 850.000 ekor.

Agus menambahkan belum optimalnya fungsi cekdam juga berdampak pada kolam pembenihan ikan milik petani yang tergabung dalam Unit Pembenihan Rakyat Desa Kambitin.

"Para petani UPR sudah mengusulkan normalisasi cekdam sejak 2019 namun hingga sekarang belum terealisasi," tambah Agus.

Usulam serupa juga disampaikan ke bidang pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang setempat.

 Selain belum optimalnya fungsi cekdam rendahnya produksi benih ikan juga disebabkan suhu ruangan di laboratorium BBI tidak stabil, perubahan pH air serta hama di kolam seperti binatang capung sehingga mengganggu produksi larva dan benih ikan.

Sementara itu balai benih ikan di Desa Kambitin dan Desa Nalui tahun ini mengembangkan produksi benih ikan lokal seperti ikan gabus,, belut, tauman, bakut dan udang galah.

Pewarta: Herlina Lasmianti

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022