Saham-saham Inggris berakhir lebih rendah pada Senin waktu setempat (10/1/2022), memperpanjang kerugian untuk hari ketiga berturut-turut dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terkikis lagi 0,54 persen atau 40,03 poin, menjadi menetap di 7.445,25 poin.

Indeks FTSE 100 merosot 0,47 persen atau 34,91 poin menjadi 7.485,28 poin pada Jumat (7/1/2022), setelah berkurang 0,89 persen atau 66,50 poin menjadi 7.450,37 poin pada Kamis (6/1/2022), dan menguat 0,16 persen atau 11,72 poin menjadi 7.516,87 poin pada Rabu (5/1/2022).

Spirax-Sarco Engineering, kelompok perusahaan jasa konsultasi dan produk untuk pengendalian serta pengelolaan uap dan cairan industri yang efisien Spirax-Sarco Engineering berkinerja terburuk (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terjungkal 6,54 persen.

Baca juga: Saham Inggris berbalik melemah

Diikuti oleh saham perusahaan persewaan peralatan industri berat Inggris Ashtead Group yang merosot 5,91 persen, serta perusahaan pelaporan kredit konsumen multinasional Inggris Experian kehilangan 5,42 persen.

Sementara itu, Vodafone Group, perusahaan konglomerat telekomunikasi multinasional Inggris melonjak 2,50 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan.

Disusul oleh saham BAE Systems, sebuah perusahaan pertahanan, keamanan dan kedirgantaraan multinasional Inggris yang meningkat 2,40 persen, serta perusahaan yang memproduksi, menjual dan mendistribusikan minuman ringan, jus buah, dan air mineral Coca-Cola Hellenic Bottling Company SA naik 2,18 persen.

Baca juga: Saham Inggris berakhir melemah

Pewarta: Apep Suhendar

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2022