Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Dr. HC Sahbirin Noor mengatakan potensi lahan rawa di provinsi Kalsel sangat besar yaitu seluas 300 ribu hektar lebih yang bisa untuk pengembangan pertanian.

"Kami terus berupaya membangunkan raksasa tidur lahan rawa ini untuk menjadi lahan produktif di sektor pertanian," ucap dia di Banjarmasin, Jumat.

Menurut dia, selain untuk tanaman padi, lahan rawa juga berpotensi ditanami hortikultura seperti buah jeruk, rambutan, mangga, karet, kelapa hingga perkebunan kelapa sawit.

Berbagai kendala seperti pasang surut perairan rawa hingga kemasaman tanah, dipastikan Sahbirin dapat teratasi dengan mekanisasi pertanian berbekal kemampuan petani menggunakan teknologi.

"Soal biaya memang cukup tinggi namun jika semua pemangku kepentingan bekerja sama untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian maka apapun kendalanya bisa diatasi," tegasnya.

Dia menyatakan daerah itu telah membuktikan diri mampu mengolah lahan rawa seluas 4 ribu hektar di Desa Jejangkit Muara, Kabupaten Barito Kuala yang jadi lokasi perhelatan akbar Peringatan Hari Pangan Sedunia tahun 2018.

Kini, kawasan tersebut jadi lahan produktif menopang produksi pangan Kalsel mulai beras hingga tanaman hortikultura.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Selatan tahun 2020, Kalsel mampu menghasilkan produksi padi 1,1 juta ton gabah kering giling atau setera beras sekitar 667 ribu ton dari luas lahan 292 ribu hektar.

Sementara data Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun 2020 menunjukkan penggunaan tanah untuk persawahan lebih dari 417 ribu hektar dan tanah untuk ladang lebih dari 190 ribu hektar.

Berbekal semua potensi yang ada, Sahbirin yakin Kalsel mempunyai posisi strategis bukan hanya sebagai penyangga pangan tingkat nasional, namun juga sekaligus penopang pangan ibukota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur.

"Kalsel masa depan penyangga pangan nasional dan ibukota negara baru," kata gubernur yang baru saja mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa bidang pertanian dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM).  

Pewarta: Firman

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021