Jakarta, (Antaranews Kalsel) - Menpora Imam Nahrawi menggelar pertemuan dengan promotor tinju nasional Laurens Tijaroh guna mencari berbagai solusi untuk pengembangan industri tinju nasional.


Dalam audiensi tersebut, Laurens mengungkapkan efek dari kurangnya dukungan sponsor dan pemerintah daerah untuk memajukan tinju di daerah Sulawesi Utara.

"Saya sudah tiga tahun berhenti jadi promotor tinju karena kurangnya dukungan sponsor dan pemerintah daerah sehingga timbul di benak saya sebagai promotor untuk melihat bibit-bibit tinju yang kebanyakan para pemuda malah beralih ke hal-hal yang tidak baik seperti kejahatan," kata Lauren seperti dirilis tim media Kemenpora di Jakarta, Kamis.

Ia pun kembali terpanggil untuk bergerak di bidang tinju demi memperebutkan Sabuk Menpora, Sabuk Gubernur Sulawesi Utara, Sabuk Kejati, Sabuk Kapolda, dan beberapa turnamen lain.

"Pelaksanaannya sendiri akan dilaksanakan pada 19 September 2015 yang diikuti enam partai Indonesia dan Thailand sekaligus dalam rangka melepas Jabatan Gubernur Sulawesi Utara," kata Lauren.

Menurut Lauren, ini adalah pertama kalinya promotor menggelar tinju memperebutkan Sabuk Emas Menpora di Sulawesi Utara. Ia berharap kompetisi tersebut menjadi agenda tahunan.

"Kami mengharapkan dukungan dari Menpora dengan membuka acara sekaligus menutupnya. Kami bukanlah promotor bisnis tetapi hanya mengembangkan bibit-bibit atlet tinju yang ada di Sulawesi Utara," katanya.

Sebelumnya, Ketua Umum Federasi Tinju Profesional Indonesia (FTPI) Neneng A. Tuty juga menyampaikan pada Menpora bahwa berdirinya FTPI bertujuan agar insan tinju Tanah Air tidak berhenti begitu saja dari kiprah bertinjunya.
   
"Federasi ini didirikan untuk meningkatkan tinju profesional menjadi internasional mulai tingkat daerah hingga nasional dengan menggelar pertarungan tinju taraf internasional agar melahirkan juara dunia dan dapat membantu program-program dari Kemenpora selain menjadikan tinju ini sebagai industri olahraga," ujar Neneng.

Salah satu penggagas sekaligus Ketua Dewan Pembina FTPI Paiman Raharjo sangat mendukung upaya tersebut.

Menanggapi berbagai paparan tersebut, Menpora mengungkapkan rasa terima kasih dan syukurnya.

"Yang pasti saya senang sekali atas kehadirannya. Hal ini menjadi semangat kita untuk melihat lagi sesungguhnya industri tinju pernah punya sejarah dan pangsa yang luar biasa besar," kata Menpora Imam Nahrawi.

Ia mengimbau kepada FTPI agar menjadi federasi yang bisa dipercaya dan profesional.

"Saya yakin ketika organisasi bisa dipercaya maka sponsor akan datang. Tinggal secara personal harus ada pendukung khusus di bidang produksi atau pemasaran dan lainnya," Menpora melanjutkan.

Pemerintah akan terus mendorong agar organisasi ini semakin berkembang. "Saya akan terus dorong agar industri tinju ini lahir dan berkembang. Saya bangga sekali waktu prestasi yang diraih Ilyas Pical, Nico Thomas semua stasiun televisi hampir memberikan tempat. Sekarang harus menjadi evaluasi kenapa banyak sponsor dan media tidak lagi memberikan perhatiannya," imbaunya. /

Pewarta: Yashinta Difa P.

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2015