Martapura, (Antaranews Kalsel) - Sebelum peristiwa Isra Mi'raj terjadi, Rasulullah mengalami keadaan duka cita yang sangat mendalam karena ditinggal oleh istrinya tercinta, Khadijah dan pamannya Abu Thalib, yang sangat melindungi Nabi Muhammad SAW.

Karena itu melalui Isra Mi'raj Allah SWT menghibur Nabi Muhammad SAW dengan memperjalankan beliau sampai ke langit untuk bertemu dengan Allah SWT, Tuhan Semesta Alam.

Hal ini disampaikan oleh Tuan Guru H Akhmad Rifani, pada acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Mesjid Baitul Aqil Desa Keliling Benteng Ilir Kec Sungai Tabuk Kab Banjar, Minggu.

Rilis Humas Pemkab Banjar diterima Antaranews Kalsel, Senin menyebutkan pada rangkaian acara yg turut dihadiri Wakil Bupati Banjar H Akhmad Fauzan Saleh tersebut, H Akhmad Rifani menambahkan dalam peristiwa Isra’ Mi’raj terdapat banyak aspek yang dapat dimaknai salah satunya adalah masalah ibadah. Peristiwa Isra’ Mi’raj menunjukkan tanda-tanda kekuasaan Allah.

Dia menceritakan bahwa saat peristiwa awal perjalanan  Nabi SAW dijemput oleh Malaikat Jibril, kemudian menuju Masjidil Haram, selanjutnya peristiwa Isra’ dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan dilanjutkan Peristiwa Mi’raj (naik ke langit), dan diakhiri dengan peristiwa setelah Mi'raj.

Pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Banjar dalam sambutannya juga menerangkan banyak hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Isra’ Mi’raj.

Salah satunya perintah sholat yang mengajarkan kepada kita tentang kebenaran dan kesabaran.

“Isi sholat menjauhkan kita dari sifat dendam dan iri hati hikmah lainnya mengajarkan kita untuk meningkatkan akidah dan amal sholeh," kata Fauzan Saleh.

Pria yang menjabat Ketua STAI Darussalam Martapura ini juga berpesan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dapat lebih mendekatkan diri kita semua dengan sifat nabi Muhammad SAW, membuat kita lebih rajin melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya dan lebih menyempurnakan ibadah yang kita lakukan selama ini.

Kemudian diakhir sambutannya Fauzan Saleh juga menghimbau kepada seluruh warga masyarakat agar menjadikan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1435 H sebagai momentum untuk terus memperbaiki dan meningkatkan ibadah sholat agar tercipta insan masyarakat dan aparatur negara yang berakhlak mulia, jujur dan bermartabat guna kemajuan daerah dimasa yang akan datang./e

Pewarta: Asmuni

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2015