Warga Desa Baru, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) bergotong-royong membangun bronjong atau tumpukan batu yang diikat kawat. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir dampak yang terjadi akibat banjir seperti longsor yang parah, Rabu (16/6).

Warga setempat Martoni menyampaikan, pembuatan bronjong tersebut bertujuan menahan gempuran banjir atau naiknya air yang terus terjadi di aliran sungai desa mereka.

Menurut dia, jika tidak dipasang bronjong, dikhawatirkan saat banjir terjadi, bakal terjadi longsor tambah parah sampai memakan bahu jalan. Sedangkan dibahu jalan tersebut terdapat pipa saluran air bersih yang mengaliri ke ratusan rumah masyarakat disana.

"Bronjong ini juga berfungsi sebagai pijakan warga untuk melakukan aktivitas rutinnya, seperti mencuci, mandi dan lain-lain yang juga bergantung pada air sungai tersebut," katanya.

Dikatakannya, warga khawatir kalau air terus mengikis tanah yang ada, bisa-bisa merobohkan tiang penyangga pipa saluran air bersih yang sangat vital bagi warga.

Ia menambahkan, sebenarnya sebelumnya air sungai ini sangat bersih, akan tetapi setelah banjir bandang 14 Januari lalu melanda, serta banjir-banjir susulan setelahnya terjadi, air sungai ini selalu keruh dan tidak memungkinkan untuk dikonsumsi.

Bronjong yang dibuat tersebut sebagian merupakan bantuan dari Dinas PUPR HST serta dari para donatur. Akan tetapi, jumlah bahan yang ada ini masih kurang. Karena setiap kali air naik bronjong yang telah mereka buat juga ikut terbawa aliran air yang begitu deras.

"Kalau ada donatur dari siapapun yang mau memberikan bantuannya kepada kami, baik itu batu, kawat, ataupun uang tunai, kami sangat menerima. Karena bahan-bahan yang sekarang ada ini masih kurang," tutupnya.

Baca juga: DPRD HST: Pembangunan jembatan daerah rawan banjir harus menjadi prioritas Pemkab
Baca juga: Kasat Lantas dan Reskrim Polres HST dipindah ke Polda serta Kapolsek Hantakan juga diganti
Baca juga: 100 hari kepemimpinan Aulia-Mansyah, apa yang sudah dilakukan?

Pewarta: M. Taupik Rahman

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021