Manejemen Tempat Hiburan Malam salah satunya Hotel Banjarmasin Internasional setuju dengan adanya pengurangan jam operasional selama pelaksanaan seleksi tilawatil qur'an (STQ) nasioanal yang bertempat di Banjarmasin.
Menejer Umum Hotel Banjarmasin Internasional, Eri Sudarisman di Banjarmasin, Senin mengatakan, pihaknya setuju apabila untuk tempat hiburan malam (THM) dikurangi jam operasional selama pelaksanaan STQ.
Pengurangan jam operasional bagi THM itu maksudnya setiap operasional THM saat pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur'an di Banjarmasin dikembali pada Perda THM tanpa adanya tolenransi perpanjangan waktu pada saat pelaksanaan kegiatan keagamaan itu.
"Kita dukung setiap keputusan pemerintah daerah Kota Banjarmasin tentang THM yang akan ditutup selama pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur'an, tapi alangkah baiknya THM tidak usah ditutup tapi jam operasionalnya di kembalikan sesuai Perda THM tanpa ada toleransi perpanjangan waktu," ucapnya.
Sesuai Perda, jam operasional THM tutup lebih cepat dari biasanya yaitu pada malam Senin hingga malam Sabtu, tutup pada pukul 01.00 wita dan pada malam Minggu tutup pukul 02.00 wita tanpa ada tolenransi.
Selain itu lanjut Eri, pihaknya juga akan selalu menjaga situasi agar tetap kondusif sehingga selama STQ berlangsung pada 4-16 Juni 2011 itu manejemen THM Hotel Banjarmasin Internasional akan memberikan kesan yang positif demi kelancaran kegiatan tersebut.
Kesan positif yang akan diberikan itu diantaranya, setiap pemandu lagu di THM tersebut harus berpakaian sopan tidak ada memakai pakaian yang minim dan akan membuat suasana THM dengan nuansa religius.
"Selama pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur'an di Banjarmasin, kami akan memberikan nuansa positip seperti para pemendu lagu harus berpakaian sopan tidak minim dan akan mendekorasi THM dengan tampilan religius," terangnya.
Menutur Eri, apabila THM ditutup penuh saat STQ, akan berpengaruh dengan nasib karyawannya yang berjumlah lebih kurang 400 karyawan itu terkait masalah gaji mereka.
Sebab bila dilakukan penutupan yang lama dengan waktu lebih kurang 14 hari itu, pendapatan pihak THM HBI diperkirakan akan mengalami penurunan dratis dan diduga berpengaruh terhadap gaji karyawan nantinya.
"Kami berharap kepada Pemerintah Kota Banjarmasin bisa mempertimbangkan setiap putusannya karena menyangkut lebih kurang nasib ribuan karyawan dari semua THM di Banjarmasin," ungkapnya.
Semoga Pemerintah Kota Banjarmasin bisa memberikan solusi yang bijak dalam setiap putusannya dan tidak akan merugikan salah satu pihak, dan bila saat pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur'an jam operasional tayang THM dikembalikan sesuai Perda THM yang telah ada itu sangat membatu pihak THM yang ada Kota Banjarmasin, demikian Eri.(B)
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2011