Lilin sebagai alat penerang alternatif di kala gelap atau lampu listrik tidak menyala habis terjual pada sejumlah warung/toko di Banjarmasin, ibukota Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menjual mata dagangan tersebut.
Pantauan Antara Kalsel di Banjarmasin, Ahad melaporkan, lilin habis terjual pada sejumlah warung/toko, termasuk Alfamart dan Indomaret di ibukota provinsi yang berjuluk "kota seribu sungai" itu.
Laris atau payunya lilin sebagai alat penerang alternatif itu, seiring pemadaman lampu listrik dari PLN pada beberapa kawasan tertentu karena Gardu Induk perusahaan umum milik pemerintah yang bergerak bidang jasa kelistrikan tersebut tidak bisa berfungsi maksimal.
Seperti Gardu Induk PLN Jalan A Yani km4,5 Banjarmasin sempat terendam air banjir sehingga peralatannya tidak bisa berfungsi maksimal dan mematikan sebagian aliran listrik pada sebagian kawasan seperti di Komplek Beruntung Jaya yang juga sedang kebanjiran dan air masuk sejumlah rumah penduduk.
"Jadi sudah kebanjiran, tambah kegelapan lagi. Sementara manajemen PLN Wilayah Kalselteng hanya bisa minta maaf," ujar warga Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin dengan nada kesal karena berdasarkan jadwal pemadaman sebagaimana pengumuman Humas PLN tersebut, kompleknya tidak terkena.
Sementara informasi lain, "aksi borong" lilin serta lampu teplok terjadi di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, Kalsel untuk menyumbang warga masyarakat yang terkena pemadaman listrik PLN.
Sebagaimana penuturan Hami, warga "kota idaman" Banjarbaru yang berusaha di "kota intan" Martapura (40 kilometer dari Banjarmasin), ibukota Kabupaten Banjar kesulitan mencari lilin untuk menyumbang keluarganya di kampung Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel yang juga terkena bencana banjir.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021
Pantauan Antara Kalsel di Banjarmasin, Ahad melaporkan, lilin habis terjual pada sejumlah warung/toko, termasuk Alfamart dan Indomaret di ibukota provinsi yang berjuluk "kota seribu sungai" itu.
Laris atau payunya lilin sebagai alat penerang alternatif itu, seiring pemadaman lampu listrik dari PLN pada beberapa kawasan tertentu karena Gardu Induk perusahaan umum milik pemerintah yang bergerak bidang jasa kelistrikan tersebut tidak bisa berfungsi maksimal.
Seperti Gardu Induk PLN Jalan A Yani km4,5 Banjarmasin sempat terendam air banjir sehingga peralatannya tidak bisa berfungsi maksimal dan mematikan sebagian aliran listrik pada sebagian kawasan seperti di Komplek Beruntung Jaya yang juga sedang kebanjiran dan air masuk sejumlah rumah penduduk.
"Jadi sudah kebanjiran, tambah kegelapan lagi. Sementara manajemen PLN Wilayah Kalselteng hanya bisa minta maaf," ujar warga Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin dengan nada kesal karena berdasarkan jadwal pemadaman sebagaimana pengumuman Humas PLN tersebut, kompleknya tidak terkena.
Sementara informasi lain, "aksi borong" lilin serta lampu teplok terjadi di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, Kalsel untuk menyumbang warga masyarakat yang terkena pemadaman listrik PLN.
Sebagaimana penuturan Hami, warga "kota idaman" Banjarbaru yang berusaha di "kota intan" Martapura (40 kilometer dari Banjarmasin), ibukota Kabupaten Banjar kesulitan mencari lilin untuk menyumbang keluarganya di kampung Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel yang juga terkena bencana banjir.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2021