Rafael Nadal memulai upayanya untuk merebut gelar ATP Finals yang belum tertulis di Curriculum Vitae-nya dengan kemenangan atas debutan Rusia Andrey Rublev di pertandingan pertama, Minggu atau Senin WIB di O2 Arena, London.

Unggulan kedua dari Spanyol itu menang 6-3, 6-4 untuk memimpin Grup "London 2020" , nama grup dipakai sebagai penghormatan untuk peringatan 50 tahun acara tersebut

Sebelumnya pada partai pembukaan, unggulan ketiga Dominic Thiem membalas kekalahannya dari petenis Yunani Stefanos Tsitsipas di final tahun lalu dengan kemenangan tiga set.

Baca juga: Perjalanan Rafael Nadal 13 kali juarai French Open

Juara AS Terbuka Thiem menang 7-6 (7-5), 4-6, 6-3 di O2 Arena yang kosong.

Kemenangan straight-set Nadal membuatnya berada di atas petenis Austria itu pada klasemen.

Mengalahkan Rublev yang sedang dalam performa terbaiknya - yang telah memenangi lebih banyak pertandingan dan lebih banyak gelar daripada siapa pun di Tur ATP tahun ini - adalah awal yang sempurna bagi Nadal.

"Saya pikir ini awal yang positif... Selalu di sini, pertandingan pertama memang sulit. Anda memainkan yang terbaik dari yang terbaik. Sekarang saya memiliki pertandingan yang sangat sulit melawan Dominic," kata Nadal seusai laga seperti dikutip Reuters.

"Saya sangat senang dengan kemenangan ini, ini sedikit mengubah perspektif turnamen," kata Nadal yang kalah di final 2010 dan 2013.

"Saya tahu saya menghadapi pertandingan yang sangat sulit melawan Dominic tetapi kemenangan dalam dua set membantu kepercayaan diri saya."

Hanya satu dari 86 gelar karir petenis kidal itu yang diperoleh di lapangan keras tertutup, tetapi Nadal tampil berbeda dan membuat Rublev frustasi sekaligus membalas kekalahannya di semifinal Paris Masters awal bulan ini.

Baca juga: Ketika Djokovic mengakui Nadal fenomenal

Unggulan kedelapan Rublev terlihat gugup pada debut ATP Finals-nya. Ia
kesulitan saat melakukan servis pada set pertama dan dihukum Nadal dengan break untuk memimpin 6-3.

Rublev menunjukkan kekesalannya atas penampilannya dengan membenturkan raketnya ke lapangan dan lebih banyak penderitaan datang kepada petenis berusia 23 tahun itu ketika Nadal mematahkan servisnya pada gim pembukaan set kedua.

"Ketika dia mematahkan servis saya pada set kedua, saya mulai rileks tetapi saat itu sudah terlambat," kata Rublev.

Sejak saat itu, tampaknya hampir tak terhindarkan juara Grand Slam 20 kali itu akan meraih kemenangan straight set dan melakukannya tanpa menghadapi break point.

"Servis saya bekerja sangat baik, yang selalu membantu di permukaan ini ...," kata Nadal, yang memenangi 81% poin servisnya dan mengubah dua dari lima break point.

Pewarta: Dadan Ramdani

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020