Oleh Sukarli
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pergelaran kesenian lamut
dengan kreasi berlakon atau ditampilkan dengan teater berjudul “Berpetualang Boedjang
Maloewala†di Panggung Gedung Kesenian Balairung Sari Taman Budaya
Kalsel, Jumat, malam menyedot banyak penonton.
Lantaran terbilang jarang, kesenian lamut ditampilkan dengan
lakon, penontoh bahkan tak banyak yang beranjak di tempat duduk hingga
pementasan yang berdurasi sekitar 1 jam itu habis.
Selain itu, para penonton yang kebanyakan seniman muda dan mahasiswa ingin menyaksikan Maestro Kesenian Lamut Gtt. Jamhar Akbar yang juga tampil malam itu.
Selain itu, para penonton yang kebanyakan seniman muda dan mahasiswa ingin menyaksikan Maestro Kesenian Lamut Gtt. Jamhar Akbar yang juga tampil malam itu.
Gt. Jamhar merupakan seniman banua yang pernah mendapatkan
pengakuan sebagai seniman tradisi Kalsel secara nasional yang ditetapkan oleh
Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono. Gt Jamhar malam itu pentas
dengan seniman-seniman muda dari empat sanggar seni, yakni, Sanggar Sesaji,
Sanggar Saraba Sanggam, Sanggar Ada, dan Sanggar Pewaris Harum.
Dinyatakan Kepala Taman Budaya Kalsel
Sirajudin, kesenian lamut ini senghaja ditampilkan dengan kreasi berlakon agar
dapat lebih mencuri perhatian masyarakat, dan terbukti sangat menyedok banyak penonton. Bahkan gedung Balairung Sari
yang berkafasitas kurang lebih 400 tempat duduk ini penuh.
“Memang kesenian lamut ditampilkan dengan
berlakon ini bukan yang pertama kali,
pernah juga dulu. Intinya kesenian lamut yang biasanya menoton dimainkan
sendiri kita coba kreasikan. Maksudnya kita gambarkan syair dalam cerita lamut
itu kesebuah teater,†jelasnya.
Gt jamhur sendiri mengaku tidak keberatan
kesenian yang digelutinya hampir setengah abad itu dikreasikan. Bahkan dia
sendiri ikut terlibat dalam garapan teater lamut berlakon tersebut. “Hampir
satu minggu saya ikut terlibat persiapan dalam pementasan ini,†aku Sang
Maestro.
Jamhar berharap, pementasan ini bisa memasyarakatkan lagi kesenian lamut
dikalangan anak muda, sehingga banyak minat para seniman muda yang ingin
mempelajari kesenian tradisi yang masuk kesenian sastra bertutur asli Kalsel ini.
‘Karena saya sudah tua, perlu ada regenerasi.
Moga nantinya ada penerus,†tutupnya.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2014