Indonesia Maju Institut (IMI) mendukung kebijakan Presiden Joko Widodo yang menerapkan kehidupan normal baru di tengah pandemik COVID-19 karena akan membangkitkan perekonomian Tanah Air yang saat ini terpuruk.

Ketua dewan pakar Indonesia Maju Institut (IMI), M Lukman Edy, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Senin, mengatakan, pihaknya mendukung adanya normal baru karena menjadi sebuah peluang bangkit dan move on dari keterpurukan ekonomi selama dua bulan terakhir.

"Layaknya nafas yang kemarin tidak leluasa selama PSBB, di masa normal baru nantinya diharapkan perekonomian masyarakat kembali bergeliat. Karenanya momentum keterbukaan normal baru mesti dilihat sebagai momentum positif," kata Lukman Edy.

Baca juga: NOC: Normal baru mendorong pengembangan kreativitas pembinaan atlet

Bangsa Indonesia perlu segera move on dari tata kehidupan yang sempat mandeg selama kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Menurut dia, kehidupan normal baru akan membuka potensi kelangsungan hidup masyarakat akan bisa terselamatkan, terutama untuk masyarakat bawah yang terdampak paling besar karena adanya pandemik COVID-19 ini.

Sebab apabila situasi ini dibiarkan, maka bisa menimbulkan kebangkrutan perekonomian nasional yang bisa membahayakan bagi kelangsungan negara.

"Ini kebijakan yang genuin untuk menyelamatkan perekonomian negara," ujar politisi PKB ini.

Baca juga: Normal baru, penggunaan video conference diperkirakan masih tinggi

Dengan adanya kebijakan normal baru ini, dimana keran APBN mulai dibuka, maka secara berangsur perekonomian masyarakat akan terangkat. Di sisi lain, dengan adanya normal baru ini, sektor konsumsi juga dengan sendirinya bangkit kembali.

"Ketika dua sektor ekonomi ini telah berjalan kembali, sambil menunggu keran perekonomian global yang memungkinkan kita bisa ekspor terbuka kembali, maka perlahan tapi pasti perekonomian nasional akan bangkit kembali," papar Lukman Edy.

Namun demikian, Lukman Edy berpesan agar keberhasilan pemerintah dalam upaya mencegah persebaran COVID-19 selama ini dapat terjaga, maka masyarakat diminta untuk tidak gegabah dan semena-mena, melainkan harus tetap menerapkan prosedur kesehatan dan physical distancing yang telah digariskan pemerintah, serta harus diikuti dengan pengawasan dan penegakan hukum yang tegas.

"Jangan sampai masyarakat lengah, penegakan hukum lemah yang akan memunculkan gelombang korban yang lebih besar pada masa normal baru nanti," kata Lukman Edy.
 

Pewarta: Syaiful Hakim

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020