Sebanyak dua buah titik yang terancam rusak parah, kini mulus kembali pada Jalan Brigjen TNI HM Yusi atau jalan lingkar Kandangan, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pewarta Antara Kalsel yang melakukan perjalanan dari Banjarmasin ke HSS Selasa melaporkan, dua titik yang dulu terancam rusak parah dan kini mulus kembali pada jalan lingkar kota Kandangan itu dekat "water boom" serta tugu tiga ketupat kecil.

Warga masyarakat "kota dodol" Kandangan (135 kilometer utara Banjarmasin) khususnya menyatakan syukur dan terima kasih  atas segeranya perbaikan dua titik yang terancam rusak parah pada Jalan Brigjen TNI HM Yusi tersebut.

Pasalnya ada beberapa buah mobil yang sempat terjebak dan amblas pada titik yang terancam rusak parah di jalan lingkar kota Kandangan atau "Bumi Perjuangan Antaluddin" HSS itu.
Kedua titik yang terancam rusak parah kini mulus kembali pada Jalan Brigjen TNI HM Yusi atau jalan lingkar kota Kandangan HSS, Kalsel (14/4). Titik dua dekat tugu tiga ketupat kecil. (Syamsuddin Hasan)

"Perbaikan dua titik jalan yang terancam rusak parah itu sesudah sekitar dua pekan muncul pemberitaan Antara," tutur beberapa warga masyarakat "kota Amandit" HSS (Amandit sebuah nama Sungai di kabupaten tersebut).

Namun warga Amandit tersebut juga berharap, segera perbaikan terhadap lobang-lobang kecil atau mulai menganga yang aspalnya terkelupas karena lindasan truk agar jangan sampai parah seperti pada jalan lingkar kota Kandangan.

Pada jalan lingkar kota Kandangan tersebut masih terdapat beberapa lobang yang aspalnya terkelupas atau sudah mulai menampakkan tanah, dan kalau hujan menjadi genangan air sehingga bisa mempercepat kerusakan jika terlindas truk.
Di antara lobang yang memerlukan perhatian/perbaikan segera pada Jalan Brigjen TNI HM Yusi atau jalan lingkar kota Kandangan HSS (14/4) (Syamsuddin Hasan) no

Jalan lingkar kota Kandangan yang terdapat banyak lobang pada lajur atau jalur kiri menuju Banjarmasin, dan warga masyarakat memperkirakan kerusakan itu karena lindasan truk/triler bermuatan berat seperti membawa semen yang mencapai puluhan ton.

Sementara kondisi atau klasifikasi jalan lingkar kota Kandangan tersebut walau status jalan nasional, baru klas III yang daya tahan beban maksimum delapan ton.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kalsel Roy Rizali Anwar. (Syamsuddin Hasan)

Pada kesempatan terpisah, ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel Roy Rizali Anwar menyatakan, jalan nasional tersebut pengelolaannya kewenangan pemerintah pusat.

"Namun insya Allah, kondisi jalan raya di Kalsel, baik jalan negara (nasional) maupun jalan provinsi tidak akan menghambat angkutan lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah," ujarnya.
 

Pewarta: Syamsuddin Hasan

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020