Oleh Gunawan Wibisono
Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Korban meninggal dunia akibat menenggak minuman keras oplosan di Banjarmasin terus bertambah, yakni semula tiga orang dan kini menjadi empat orang.
Kepala Kepolisian Sektor Kota Banjarmasin Timur, Kompol Wildan Albert Sik, di Banjarmasin, Senin, mengakui hingga saat ini sudah empat orang yang meninggal dunia akibat minuman keras oplosan itu.
Sebelumnya (19/1), korban yang dikabarkan tewas akibat minuman keras oplosan tersebut sebanyak tiga orang, yakni IY (32) perempuan, AK (19) dan JM (40).
Namun, Senin (20/1), telah menjadi empat orang yang telah meninggal dunia, yaitu LS (32) warga Gatot Soebroto Banjarmasin Timur, setelah beberapa hari mendapat perawatan di Rumah Sakit Suaka Insan.
"Para korban yang berpesta minuman keras oplosan itu semuanya berjumlah enam orang, dan yang meninggal sudah empat, sedangkan dua lgi, yakni RF dan AC diperkirakan masih menjalani perawatan di rumah sakit," ucapnya.
Ia menjelaskan korban LS yang baru saja meninggal dunia di rumah sakit itu menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (19/1) siang, sekitar pukul 12.30 wita.
Saat ini, jenazah sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga dari rumah sakit dan disemayamkan di rumah duka untuk selanjutnya akan dikebumikan.
"Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk penyebab meninggalnya para korban itu masih diselidiki, apakah karena minuman keras oplosan atau hal lain, namun dari informasi dan keterangan saksi sebelumnya para korban berpesta minuman keras oplosan," terang pria murah senyuman itu.
Mereka diduga berpesta minuman keras oplosan pada Jumat (17/1) sore hingga malam hari dengan korban pertama yang meninggal adalah IY (32), kemudian disusul AK (19) yang meninggal pada Sabtu (18/1). Selanjutnya JM (40) dan LS (32) yang meninggal pada Minggu (19/1).
Para korban melakukan pesta minuman keras oplosan tersebut diperkirakan di kawasan Pasar Batuah Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin, Jumat (17/1) sore.
"Untuk dua korban yang masih dalam perawatan pihak rumah sakit, yakni AC dan RF merupakan warga Banjarmasin, demikian Wildan.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2014
Banjarmasin, (Antaranews.Kalsel) - Korban meninggal dunia akibat menenggak minuman keras oplosan di Banjarmasin terus bertambah, yakni semula tiga orang dan kini menjadi empat orang.
Kepala Kepolisian Sektor Kota Banjarmasin Timur, Kompol Wildan Albert Sik, di Banjarmasin, Senin, mengakui hingga saat ini sudah empat orang yang meninggal dunia akibat minuman keras oplosan itu.
Sebelumnya (19/1), korban yang dikabarkan tewas akibat minuman keras oplosan tersebut sebanyak tiga orang, yakni IY (32) perempuan, AK (19) dan JM (40).
Namun, Senin (20/1), telah menjadi empat orang yang telah meninggal dunia, yaitu LS (32) warga Gatot Soebroto Banjarmasin Timur, setelah beberapa hari mendapat perawatan di Rumah Sakit Suaka Insan.
"Para korban yang berpesta minuman keras oplosan itu semuanya berjumlah enam orang, dan yang meninggal sudah empat, sedangkan dua lgi, yakni RF dan AC diperkirakan masih menjalani perawatan di rumah sakit," ucapnya.
Ia menjelaskan korban LS yang baru saja meninggal dunia di rumah sakit itu menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (19/1) siang, sekitar pukul 12.30 wita.
Saat ini, jenazah sudah dibawa pulang oleh pihak keluarga dari rumah sakit dan disemayamkan di rumah duka untuk selanjutnya akan dikebumikan.
"Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk penyebab meninggalnya para korban itu masih diselidiki, apakah karena minuman keras oplosan atau hal lain, namun dari informasi dan keterangan saksi sebelumnya para korban berpesta minuman keras oplosan," terang pria murah senyuman itu.
Mereka diduga berpesta minuman keras oplosan pada Jumat (17/1) sore hingga malam hari dengan korban pertama yang meninggal adalah IY (32), kemudian disusul AK (19) yang meninggal pada Sabtu (18/1). Selanjutnya JM (40) dan LS (32) yang meninggal pada Minggu (19/1).
Para korban melakukan pesta minuman keras oplosan tersebut diperkirakan di kawasan Pasar Batuah Kecamatan Banjarmasin Timur Kota Banjarmasin, Jumat (17/1) sore.
"Untuk dua korban yang masih dalam perawatan pihak rumah sakit, yakni AC dan RF merupakan warga Banjarmasin, demikian Wildan.
Editor : Asmuni Kadri
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2014