Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Badan Keuangan Daerah menargetkan memasang sebanyak 400 tapping box di objek pajak yang mampu setor di atas Rp5 juta per bulannya.

"Objek pajak yang disasar untuk dipasang alat monitor transaksi secara real time itu, seperti rumah makan, restoran, hotel dan tempat hiburan," ujar Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Banjarmasin H Subhan Nor Yaumil pada acara Sosialisasinya Implementasi Alat Perekam Transaksi Usaha Secara Online di Mentari Hall Hotel Grand Mentari, Senin.

Menurut dia, hingga 2019 lalu, sudah sebanyak 250 tapping box di pasang di objek pajak, tahun ini ditarget bisa mencapai 400 tapping box terpasang.

"Para objek pajak yang potensial untuk dipasang tapping box tersebut kita undang hari ini, sekalian sosialisasi program tersebut," papar Subhan.

Menurut dia, perkembangan ekonomi di Banjarmasin mengalami peningkatan yang baik, seperti makin banyak berdirinya rumah makan dan restoran serta cafe.

"Potensi bayar pajak mereka setiap bulannya di atas Rp5 juta, ini sudah wajib dipasang tapping box," ungkapnya.

Karena pihaknya sudah melakukan kontrol rutin terhadap sektor ini, di mana ada program "Batajak" yang merupakan kepanjangan kata (basapida sambil mendata wajib pajak) setiap malam Sabtu.
Baca juga: DJP Kalselteng men targetkan penerimaan Rp15,85 triliun
Baca juga: Banjarmasin bisa contoh "Surabaya Tax" dalam ketaatan pajak
Baca juga: DPRD : Pengusaha hiburan keluhkan tingginya pajak
Sebab ini penting dilakukan, ungkap Subhan, karena pajak sektor ini nomor satu terbesar menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD).

"Tahun lalu terealisasi mencapai Rp51 miliar, tahun ini ditingkatkan menjadi Rp55 miliar," tuturnya.

Secara keseluruhan, kata Subhan, target pencapaian PAD tahun ini sebesar Rp350 miliar lebih, di mana ini meningkat dari tahun sebelumnya.

Namun dia meyakini, dengan langkah peningkatan penarikan pajak salah satunya dengan tapping box ini, target tersebut bisa terealisasi, bahkan bisa melebihinya.

"Karena sekarang ini tidak hanya bisnis restoran yang mulai cerah, tapi juga perhotelan, hiburan dan lainnya," pungkas Subhan.



 

Pewarta: Sukarli

Editor : Hasan Zainuddin


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020