Pertamina Integrated Terminal Bitung, Provinsi Sulawesi Utara berperan penting dalam melayani wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara (Suluttemalut).

Unit Manager Communication and CSR MOR VII Sulawesi Hatim Ilwan di Manado, Minggu mengatakan Integrated Terminal Bitung punya peran dalam melayani bahan bakar minyak kepada seluruh masyarakat.

Bukan hanya melayani kebutuhan BBM masyarakat melalui 65 SPBU yang ada Sulut. Namun juga di beberapa lokasi lainnya yakni BBM untuk Kepulauan Sangihe Talaud, Sulawesi Tengah dan Malut.

Baca juga: Bitung tingkatkan pengawasan kapal dari China

Setiap hari, katanya, ada kapal khusus yang memuat dan membawa BBM dari Bitung berlayar ke kepulauan, Sulteng dan Malut.

Termasuk di dalamnya Kerosin (minyak tanah) yang masih jadi kebutuhan pokok di Nusa Utara dan Malut. Rata-rata, sedikitnya 200 Kl minyak tanah disalurkan tiap hari.

"Kita masih melayani pengiriman Kerosine karena memang di Malut dan Sangihe belum sepenuhnya konversi ke gas (elpiji)," ujar Hatim.

Begitu juga dengan bahan bakar gas, terminal ini menaungi Depot Elpiji Amurang yang berada di Desa Sapa Satu, Kecamatan Tenga Minsel. Depot itu menyuplai kebutuhan elpiji subsidi dan nonsubsidi untuk Sulut hingga Sulteng.

Terminal Bitung satu di antara 17 TBBM di Pulau Sulawesi kedepan semakin dibutuhkan perannya. Seiring peningkatan kebutuhan BBM umum dan industri meningkat dari tahun ke tahun.

Peningkatan permintaan BBM mengikuti laju lari pertumbuhan ekonomi daerah. Khusus di Sulut, diprediksi kenaikan BBM umum mencapai 10 persen per tahun dan BBM industri sekitar 6 persen per tahun.

Baca juga: Warga pesisir Kota Bitung mengungsi
 

Pewarta: Nancy Lynda Tigauw

Editor : Imam Hanafi


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2020