Oleh Gunawan Wibisono
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin mengamankan dua orang anak yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) karena kedapatan bermain petasan jenis meriam spiritus.
Pantauan Antara, Sabtu (27/7) dini hari sekitar pukul 01.00 wita, kedua anak tersebut sudah berada di kantor Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin dengan wajah sedikit pucat.
Kedua anak tersebut duduk di dalam ruang Unit Patroli Kota yang mengamankan karena kedua anak tersebut kedapatan dan tertangkap tangan bermain petasan jenis meriam spiritus.
Hasil informasi yang didapat, kedua anak tersebut, diamankan saat Unit Patroli Kota sedang melakukan patroli rutin dalam rangka Operasi Sikat Intan 2013 untuk wilayah Kota Banjarmasin.
Saat melintas di kawasan Lokasi Banjarmasin Selatan kedua anak tersebut sedang asyik bermain meriam spiritus dengan teman-temannya yang lain sambil bersorak-sorak.
Melihat perbuatan tersebut dan dianggap mengganggu dan meresahkan masyarakat yang sedang istirahat polisi langsung menghampiri kerumunan anak-anak tersebut sontak saja, mereka langsung berlarian takut ditangkap.
Namun dua anak yang diamankan itu tidak sempat lari lagi dan tertangkap polisi yang melakukan pengejaran dan kemudian dibawa ke Polresta Banjarmasin untuk dilakukan pendataan beserta barang buktinya meriam spiritus.
Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kompol Haryono MT di Banjarmasin, Sabtu mengatakan, siapapun yang dianggap perbuatannya meresahkan masyarakat maka terutama sekali harus diamankan guna tindak proses selanjutnya.
"Kedua anak tersebut masih status Sekolah Dasar maka kita lakukan pembinaan dan pendataan saja, serta kita berikan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi, setelahnya kita kembalikan ke orang tua mereka," tutur pria berpangkat Kompol itu.
Kegiatan razia dalam Operasi Sikat Intan 2013 ini bertujuan untuk antisipasi dan meminimalisir kejahatan juga untuk menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat Kota Banjarmasin, demikian Haryono.
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin mengamankan dua orang anak yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) karena kedapatan bermain petasan jenis meriam spiritus.
Pantauan Antara, Sabtu (27/7) dini hari sekitar pukul 01.00 wita, kedua anak tersebut sudah berada di kantor Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin dengan wajah sedikit pucat.
Kedua anak tersebut duduk di dalam ruang Unit Patroli Kota yang mengamankan karena kedua anak tersebut kedapatan dan tertangkap tangan bermain petasan jenis meriam spiritus.
Hasil informasi yang didapat, kedua anak tersebut, diamankan saat Unit Patroli Kota sedang melakukan patroli rutin dalam rangka Operasi Sikat Intan 2013 untuk wilayah Kota Banjarmasin.
Saat melintas di kawasan Lokasi Banjarmasin Selatan kedua anak tersebut sedang asyik bermain meriam spiritus dengan teman-temannya yang lain sambil bersorak-sorak.
Melihat perbuatan tersebut dan dianggap mengganggu dan meresahkan masyarakat yang sedang istirahat polisi langsung menghampiri kerumunan anak-anak tersebut sontak saja, mereka langsung berlarian takut ditangkap.
Namun dua anak yang diamankan itu tidak sempat lari lagi dan tertangkap polisi yang melakukan pengejaran dan kemudian dibawa ke Polresta Banjarmasin untuk dilakukan pendataan beserta barang buktinya meriam spiritus.
Kepala Satuan Sabhara Polresta Banjarmasin, Kompol Haryono MT di Banjarmasin, Sabtu mengatakan, siapapun yang dianggap perbuatannya meresahkan masyarakat maka terutama sekali harus diamankan guna tindak proses selanjutnya.
"Kedua anak tersebut masih status Sekolah Dasar maka kita lakukan pembinaan dan pendataan saja, serta kita berikan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan itu lagi, setelahnya kita kembalikan ke orang tua mereka," tutur pria berpangkat Kompol itu.
Kegiatan razia dalam Operasi Sikat Intan 2013 ini bertujuan untuk antisipasi dan meminimalisir kejahatan juga untuk menjaga dan memelihara keamanan serta ketertiban masyarakat Kota Banjarmasin, demikian Haryono.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2013