Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI Triawan Munaf mengatakan bahwa kini pihaknya tengah menyiapkan Bekraf Creative District (BCD), yang nantinya diharapkan akan menjadi pusat ekonomi kreatif.

Dia menuturkan, sejauh ini pihaknya sedang mematangkan konsep BCD bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas/BPN), dan nantinya proses pembangunan dilakukan secara bertahap.

"Tahun depan Insya Allah (BCD dibangun). Sekarang kita sedang bikin konsepnya dengan Bappenas," kata Triawan saat ditemui di acara bertajuk "Bincang Bareng Bekraf" di Menteng, Jakarta Pusat, Jumat.

Baca juga: Tanggapan Triawan Munaf tentang kabar Bekraf jadi Kementerian

"Lalu, nanti kita tentukan di mana lokasinya, apa yang akan kita dahulukan dari subsektor, apa saja yang akan dibangun. Jadi memang ini perjalanan yang enggak bisa pendek," lanjut dia.

Kawasan BCD nantinya akan terdapat enam subsektor yang dikembangkan, yaitu kuliner, fashion, kriya, film, musik, dan gim. Namun, Triawan sekali lagi menegaskan pengembangan subsektor akan dilakukan secara bertahap.

"Kita ingin konsentrasi satu subsektor dulu, jadi jangan kita mau semua tapi enggak jadi apa-apa," ujarnya.

Ia berharap, dengan adanya pusat ekraf ini, mampu mendorong para pelaku ekonomi kreatif untuk turut kontribusi terhadap pendapatan negara.

Baca juga: Pemprov Kalsel gandeng peneliti kembangkan ekonomi kreatif

Sebelumnya, Bekraf mengadakan acara "Bincang Bareng Bekraf" yang merupakan diskusi dan pemaparan program dan hasil kerja Bekraf selama beberapa tahun terakhir.

Dalam acara yang turut dihadiri Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik itu juga dipaparkan beberapa agenda Bekraf dalam mendorong pelaku ekonomi kreatif di tahun ini, seperti akan diselenggarakannya "Bekraf Festival" di Benteng Vastenberg, Kota Solo, Jawa Tengah, selama tiga hari mulai tanggal 4-6 Oktober 2019.

Baca juga: Sleman fokus kembangkan tiga subsektor ekonomi kreatif unggulan.
Baca juga: Disperindag dorong tumbuhnya usaha ekonomi kreatif berbahan baku lokal.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira

Editor : Ulul Maskuriah


COPYRIGHT © ANTARA News Kalimantan Selatan 2019